<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JambiKito</title>
	<atom:link href="https://jambikito.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jambikito.com</link>
	<description>Jambi Kito</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Aug 2026 09:42:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://jambikito.com/wp-content/uploads/2024/03/cropped-logo-jambi-kito-32x32.png</url>
	<title>JambiKito</title>
	<link>https://jambikito.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pertamina EP Bantu Padamkan Lima Titik Kebakaran Lahan di Jambi</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/08/28/pertamina-ep-bantu-padamkan-lima-titik-kebakaran-lahan-di-jambi/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/08/28/pertamina-ep-bantu-padamkan-lima-titik-kebakaran-lahan-di-jambi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 09:42:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1931</guid>

					<description><![CDATA[JAMBI — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi masih membutuhkan kewaspadaan tinggi di tengah puncak musim kemarau.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="240" height="134" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260828-WA0021.jpg" alt="" class="wp-image-1932"/></figure>



<p class="wp-block-paragraph">JAMBI — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi masih membutuhkan kewaspadaan tinggi di tengah puncak musim kemarau. Kondisi ini mendorong berbagai pihak memperkuat kesiapsiagaan, termasuk Pertamina EP Jambi. Dalam sepekan terakhir, tim Pertamina EP Jambi turut bergerak membantu pemadaman kebakaran lahan di sejumlah lokasi yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo mengatakan, respons cepat dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keselamatan masyarakat, lingkungan, serta memastikan fasilitas operasi tetap aman dari ancaman kebakaran.“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi kemarau dan potensi kebakaran lahan. Ketika ada laporan maupun temuan titik api di sekitar wilayah operasi, tim kami langsung melakukan pengecekan dan berkoordinasi untuk membantu proses pemadaman agar api tidak meluas dan membahayakan masyarakat maupun fasilitas,” ujar Kurniawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam sepekan terakhir, tim Pertamina EP Jambi membantu melakukan pemadaman di sejumlah lokasi, yakni Purnama Kota Jambi, Kamis (20/8), Jalan Lintas Sumatera KM 34 dan di kawasan SMA 5 Bajubang, Kabupaten Batanghari, Sabtu (22/8). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya di KM 29 Tempino serta Sebapo Kecamatan Mestong, pada Senin (24/8).Kebakaran yang ditangani umumnya terjadi pada lahan berupa semak dan kebun. Sejumlah titik berada di sekitar fasilitas operasional Pertamina, sehingga membutuhkan respon cepat untuk mencegah api mendekati area fasilitas dan menimbulkan risiko yang lebih besar.“Patroli menjadi salah satu kunci deteksi dini. Selain melalui pemantauan lapangan, kami juga menerima laporan dari masyarakat. Setiap informasi yang masuk kami tindak lanjuti dengan cepat karena dalam kondisi kemarau seperti sekarang, api dapat berkembang dengan cepat apabila tidak segera ditangani,” kata Kurniawan.Untuk memperkuat respons terhadap potensi Karhutla, fungsi Health, Safety,</p>



<p class="wp-block-paragraph"> Security and Environment (HSSE) Pertamina EP Jambi menyiagakan tiga unit fire truck di tiga titik strategis, yakni Kenali Asam, Bajubang, dan Petaling. Masing-masing titik ditempatkan satu unit fire truck yang dalam kondisi siap digunakan. Di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran, armada tersebut dipastikan selalu dalam kondisi siaga, termasuk ketersediaan air dan bahan bakar. “Fire truck kami siagakan dengan tangki air terisi dan bahan bakar dalam kondisi penuh. Tujuannya agar ketika ada laporan kebakaran, armada dapat segera bergerak tanpa menunggu persiapan ulang. Kecepatan respons sangat penting untuk mencegah api meluas,” ujar Kurniawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurniawan menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk mempercepat deteksi serta mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih luas.“Karhutla merupakan tantangan bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” tutur Kurniawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan kesiapsiagaan personel, patroli, serta penempatan armada pemadam di sejumlah titik, Pertamina EP Jambi memastikan dukungan terhadap upaya penanganan kebakaran lahan terus dilakukan, khususnya di sekitar wilayah operasional perusahaan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">*Tentang Pertamina EP (PEP) Jambi* </p>



<p class="wp-block-paragraph">PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi. Kegiatan operasional PEP Jambi berada di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Area operasional PEP Jambi tersebar di tiga kabupaten/kota yang mencakup delapan kecamatan dan 26 desa. (*)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/08/28/pertamina-ep-bantu-padamkan-lima-titik-kebakaran-lahan-di-jambi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dukung Kegiatan Hulu Migas, Kapolda Jambi Kunjungi FSO 115</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/07/25/dukung-kegiatan-hulu-migas-kapolda-jambi-kunjungi-fso-115/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/07/25/dukung-kegiatan-hulu-migas-kapolda-jambi-kunjungi-fso-115/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 14:46:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1926</guid>

					<description><![CDATA[JAMBI &#8211; Rabu, 22 Juli 2026 bersama rombongan, Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno H. Siregar tempuh penyeberangan 3,5 jam sambangi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260725-WA0009-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-1927" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260725-WA0009-1024x683.jpg 1024w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260725-WA0009-300x200.jpg 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260725-WA0009-768x512.jpg 768w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260725-WA0009.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">JAMBI &#8211;  Rabu, 22 Juli 2026 bersama rombongan, Kapolda Jambi Irjen. Pol. Krisno H. Siregar tempuh penyeberangan 3,5 jam sambangi FSO Ship 115 yang dioperasikan PetroChina International Jabung Ltd di Selat Berhala, Jambi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara Industri Hulu Migas dengan pihak Kepolisian yang selama ini memberikan dukungan berupa pengamanan terhadap objek vital nasional serta penjagaan kegiatan operasional hulu migas di lapangan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kapolda Jambi beserta jajaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh SKK Migas dan PetroChina untuk melihat langsung kegiatan offshore di Selat Berhala Jambi. “Momen yang begitu luar biasa bagi kami, melihat langsung kesini dan merasakan suasana offshore” ungkapnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia juga menyampaikan kesiapannya beserta jajaran untuk mendukung penuh kelancaran operasional hulu migas khususnya di Wilayah Provinsi Jambi. “Dengan kunjungan ini rekan-rekan kepolisian dapat memahami resiko apa saja yang dihadapi oleh pekerja hulu migas, dari kondisi cuaca dan ancaman lain di tengah laut,” imbuhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam kunjungan ini Kapolda Jambi beserta jajaran juga menerima penjelasan terkait mekanisme crew change, proses lifting yang berlangsung cukup padat bahkan bisa hingga 8 atau 9 kali setiap bulan hingga sejarah FSO 115 dan 112. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto menyampaikan bahwa agenda ini juga menjadi momen yang sangat baik dan menjadi wadah untuk menjalin hubungan yang semakin erat antara SKK Migas &#8211; PetroChina dengan Kepolisian Daerah. “Perjalanan penuh satu hari ini menjadi kesempatan agar dalam membangun kedekatan tidak hanya secara profesional namun juga secara emosional dengan Pak Kapolda beserta jajaran,” kata pimpinan yang akrab disapa Pak BD tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">“Apa lagi Kepolisian ini merupakan salah satu mitra kerja yang banyak memberikan perannya dalam kelancaran kegiatan operasional KKKS khususnya di wilayah Jambi,” lanjutnya. Kunjungan kerja inj juga diharapkan menjadi kesempatan yang baik bagi kedua belah pihak dalam memahami budaya kerja dan mekanisme kerja di internal masing-masing. (red)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/07/25/dukung-kegiatan-hulu-migas-kapolda-jambi-kunjungi-fso-115/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SKK Migas berkolaborasi dengan MontD&#8217;Or Oil Tungkal Ltd Fasilitasi Alat dan Bimtek Membatik Kader PKK Mengupeh</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/07/17/skk-migas-berkolaborasi-dengan-montdor-oil-tungkal-ltd-fasilitasi-alat-dan-bimtek-membatik-kader-pkk-mengupeh/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/07/17/skk-migas-berkolaborasi-dengan-montdor-oil-tungkal-ltd-fasilitasi-alat-dan-bimtek-membatik-kader-pkk-mengupeh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 09:04:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1922</guid>

					<description><![CDATA[JAMBIKITO — SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Limited (MOTL) menyalurkan bantuan peralatan membatik, sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="768" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0008-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-1923" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0008-1024x768.jpg 1024w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0008-300x225.jpg 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0008-768x576.jpg 768w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0008-1536x1152.jpg 1536w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0008.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">JAMBIKITO — SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Limited (MOTL) menyalurkan bantuan peralatan membatik, sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi pelaku usaha lokal. Program pemberdayaan ini menyasar UMKM Perajin Batik Lipe Mengupeh Jaya dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Mengupeh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026, di sanggar batik yang letaknya berdampingan langsung dengan Kantor Desa Mengupeh, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bantuan ini diserahkan demi menyokong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Komitmen tersebut menjadi bagian integral dari tanggung jawab sosial korporasi yang berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rahmat Hidayat selaku PR &amp; Community Development yang mewakili Stakeholder Relation Koordinator SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Ltd, Dicky Irawan, memaparkan visi di balik program tersebut. Menurutnya, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari kinerja operasional semata.&#8221;SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Limited meyakini bahwa keberhasilan kegiatan usaha tidak hanya diukur dari aspek operasional, tapi juga dari kontribusi nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Melalui Program Pengembangan Masyarakat/Tanggung Jawab Sosial (PPM/TJS), kami terus berupaya mendukung pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta pengembangan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan,&#8221; kata Rahmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Program jangka panjang ini dirancang secara terstruktur untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada. Fokus utamanya adalah melahirkan kelompok usaha yang tangguh dan memiliki daya saing tinggi.&#8221;Untuk mendukung penguatan dan keberlanjutan Batik Lipe Jaya sebagai salah satu usaha berbasis masyarakat, program PPM/TJS diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas pengrajin batik, penguatan kelembagaan usaha, serta pengembangan UMKM lokal guna mewujudkan usaha yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan,&#8221; tambah Rahmat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dukungan nyata dari SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Ltd diwujudkan lewat penyediaan berbagai sarana produksi yang sangat lengkap. Peralatan tersebut diharapkan dapat langsung meningkatkan produktivitas serta efisiensi kerja para perajin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun rincian bantuan alat yang diserahkan meliputi meja cap, kompor besar, kompor kecil, loyang cetak batik, malam (lilin batik), kain mori, dan pewarna batik. Selain itu, diserahkan pula gawangan atau meja jemuran batik, bantal meja cap batik, angsang, serak kasar/halus, komplong, gunting kain, celemek kerja, sarung tangan karet, kuas, taplak, dandang/drum, cetakan batik, baskom hitam besar, meja loyang, serta canting batik.Agenda pelatihan teknis ini dibimbing langsung oleh dua orang narasumber yang kompeten di bidangnya. Sebanyak 10 orang kader perempuan dari TP PKK Desa Mengupeh hadir sebagai peserta aktif dalam pelatihan tersebut.Sejumlah tokoh penting turut menghadiri prosesi serah terima bantuan dan pembukaan kegiatan bimtek ini. Di antaranya Camat Tengah Ilir Ansori, Kepala Desa Mengupeh Al Jufri beserta seluruh perangkat dan staf kantor desa.Hadir pula unsur pengamanan wilayah dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat untuk mendukung kelancaran acara. Pertemuan ini juga dihadiri oleh pengurus TP PKK Desa Mengupeh serta jajaran.Apresiasi mendalam disampaikan oleh pihak pemerintah kecamatan atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh perusahaan. Program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat desa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Camat Tengah Ilir, Ansori mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Ltd yang telah melaksanakan program pelatihan membatik di Desa Mengupeh. Ia menaruh harapan besar program ini dapat melahirkan produk unggulan baru yang khas dari wilayah tersebut.&#8221;Saya berharap kegiatan ini betul-betul menyentuh masyarakat dan berkembang, sehingga UMKM-UMKM nanti bisa memproduksi batik yang dapat menjadi produk unggulan di Kecamatan Tengah Ilir,&#8221; ujar Ansori.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ansori juga memaparkan kondisi historis perkembangan kerajinan lokal ini yang dinilai masih memerlukan dorongan luar. Kehadiran pihak swasta sebagai mitra pendamping diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan usaha.&#8221;Semoga batik ini nanti diminati masyarakat, khususnya di Kecamatan Tengah Ilir, umumnya Kabupaten Tebo. Batik Lipe ini sudah lama ada, namun belum begitu berkembang. Harapan kami dengan adanya bapak angkat dari Montd’or, lebih berkembang lagi ke depannya. Ibu-ibu yang dilatih ini bisa memproduksi batik, sehingga nanti diminati masyarakat luas,&#8221; harapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah kecamatan menginginkan hubungan kemitraan ini terus berlanjut ke berbagai sektor pembangunan lainnya. Terlebih, momentum promosi berskala provinsi sudah di depan mata.&#8221;Harapan kami pada SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Ltd bukan hanya pelaksanaan bimtek ini saja. Nanti mungkin ada support lain yang diberikan kepada masyarakat Kecamatan Tengah Ilir, terutama Desa Mengupeh,” ungkap Ansori.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ansori menjelaskan, dalam waktu dekat ada program istri Wakil Bupati Tebo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo, pada ulang tahun Kabupaten Tebo bulan Oktober, semua camat dan istri wajib mengikuti parade batik di Provinsi Jambi.Pihak kecamatan berkomitmen penuh untuk mengampanyekan karya lokal ini pada ajang bergengsi tersebut. Langkah ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan pasar Batik Lipe.&#8221;Insyaallah kami akan memakai produk UMKM Desa Mengupeh, yaitu Batik Lipe yang akan kami promosikan. Akan kami pakai waktu parade batik di Provinsi Jambi nanti,&#8221; tegas Ansori.Senada dengan Camat, Kepala Desa Mengupeh, Al Jufri, juga melontarkan ucapan terima kasih mendalam atas kolaborasi yang terbangun. Baginya, kemitraan ini merupakan langkah maju bagi eksistensi perajin di desanya.Al Jufri juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada SKK Migas – MontD’Or Oil Tungkal Ltd, yang telah bermitra dengan Pemerintahan Desa Mengupeh dan UMKM juga perajin Batik Lipe. Al Jufri menceritakan sejarah awal mula tercetusnya ide pembuatan batik khas tersebut. Sebenarnya Batik Lipe ini sudah lama diciptakan. Sejarah Batik Lipe ini, lipe itu adalah daun untuk atap pondok. “Sudah ada dari nenek moyang dan orang tua-tua sebelumnya. Juga ada sungainya,&#8221; kenang Al Jufri.Inisiatif pengembangan kerajinan ini mulai diseriusi sejak Al Jufri menjabat pimpinan Desa Mengupeh. Langkah awal pembinaan kader perajin tersebut sebelumnya bertumpu pada pos anggaran pendapatan dan belanja desa.&#8221;Setelah saya menjadi Pj Kepala Desa Mengupeh, terciptalah ide membentuk perajin batik. Awalnya perajin batik ini memakai dana anggaran desa dulu,&#8221; tuturnya.Keterbatasan anggaran memaksa pemerintah desa untuk mencari alternatif sumber pendanaan lain yang potensial. Hubungan baik yang telah terjalin lama dengan pihak MontD’Or akhirnya membuahkan hasil positif.&#8221;Karena efisiensi, kami coba menyurati pihak MontD’Or, karena kami kenal sudah lama. Alhamdulillah ada tanggapan, maka bimbingan teknis ini terlaksana,&#8221; ungkap Al Jufri.Respons cepat dari manajemen perusahaan di Jakarta menjadi pemantik semangat bagi pemerintah desa. Cenderamata khas Desa Mengupeh itu habis terjual, menjadi bukti awal bahwa produk mereka memiliki nilai jual tinggi.&#8221;Sebelum kami menyurati MontD’Or, kami didatangi Pimpinan MontD’Or dari Jakarta. Kebetulan kami punya cenderamata batik. Kalau nggak salah hampir 20 lembar habis diborong. Nah, dengan dasar itu, saya berpikir ke depan, saya gali potensi ibu-ibu Desa Mengupeh untuk membatik, karena dasarnya sudah ada,&#8221; tambah Al Jufri.Sinergi yang kuat antara seluruh elemen di tingkat kecamatan dan desa menjadi modal utama program ini. Kerja sama perdana dengan pihak MontD&#8217;Or diharapkan dapat terus meluas hingga ke level regional.&#8221;Kami sepakat dengan Camat Tengah Ilir beserta kolaborasi dengan Babin dan bhabinkamtibmas, bapak angkat kami datang untuk melatih ibu-ibu kader PKK Desa Mengupeh,&#8221; ungkap Al Jufri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemerintah desa memiliki visi besar untuk membawa produk lokal ini bersaing di pasar lebih luas. Mereka bahkan telah menyusun target khusus yang dituangkan dalam nota kesepahaman formal.&#8221;Kerja sama ini yang perdana. Untuk batik dengan MontD’Or. Harapan kami tidak sampai sebatas ini. Terus berkolaborasi ke provinsi. Tergantung dari bagusnya motif dan kolaborasi oleh tenaga bimteknya,&#8221; papar Al Jufri optimis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inovasi produk tidak akan berhenti pada lembaran kain batik tradisional saja. Rencana diversifikasi produk ke berbagai bentuk suvenir fungsional lainnya kini tengah dipersiapkan.&#8221;Kami punya target, ke depan akan bersaing dengan batik-batik lain,&#8221; tegasnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihak desa juga akan terus mendorong keterlibatan aktif dari perusahaan mitra sebagai bapak angkat program. Pembangunan infrastruktur fisik berupa gerai penjualan menjadi target prioritas mereka selanjutnya.Dari sisi teknis, materi pelatihan difokuskan pada pengayaan dan pengembangan motif yang sudah ada sebelumnya. Pemateri mengombinasikan teknik tradisional dengan pendekatan modern yang lebih efisien.Pemateri, Upkha Arkya Satria Pradana dari usaha Batik Tebo Riski Danang memaparkan metode pengajaran yang diterapkannya kepada para peserta. Ia berusaha mengembangkan batik yang sebelumnya sudah pernah ada, motif Lipe. Motif Lipe akan dikembangkan untuk bisa diproduksi, dipasarkan ke daerah-daerah, dan dipamerkan ke kabupaten-kabupaten,&#8221; kata Upkha yang akrab disapa Danang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses produksi yang diajarkan menggabungkan dua teknik utama dalam dunia perbatikan nasional. Kombinasi pola baru ini sengaja diciptakan untuk memberikan karakteristik unik pada hasil akhir kain.&#8221;Yang diajarkan sekarang itu ada proses batik cap dan batik tulis. Tekniknya dan bahan-bahannya. Tekniknya kami kombinasi dari batik cap Tebo dengan motif kecamatan sini,&#8221; rinci Danang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Metode penataan pola juga mengalami pembaruan yang signifikan agar terlihat lebih rapi dan bernilai estetika tinggi. Penggunaan bahan pewarna berkualitas dipilih untuk menjamin mutu produk.“Iitu pola baru. Jadi teknik sebelumnya acak-acak. Sekarang tekniknya batik cap tapi dikolaborasi dengan motif yang sudah ada. Itu yang kami matangkan,&#8221; jelas Danang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemilihan jenis zat pewarna tertentu terbukti mempermudah proses pengerjaan bagi para perajin pemula. Danang mengapresiasi antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para ibu peserta pelatihan.&#8221;Untuk bahan baku kami pakai pewarna khusus, Remasol. Warnanya lebih tajam, lebih bagus. Proses pembuatannya lebih simpel pengerjaannya,&#8221; terangnya.Danang optimis usaha kerajinan ini memiliki masa depan yang cerah dan berkelanjutan. Formula bisnis yang diajarkannya dirancang agar para pelaku usaha mikro dapat memperoleh keuntungan dengan cepat.&#8221;Alhamdulillah sangat semangat ibu-ibu di sini. Terus ada inovasi baru, peluang mereka terbuka lagi. Membatik sekarang lebih gampang dan simpel, tidak terlalu ribet,&#8221; puji Danang.Kemudahan proses produksi dan kecepatan pemasaran menjadi kunci utama dalam strategi pembinaan kali ini. Danang membagikan rahasia suksesnya yang merangkum berbagai teknik dari pusat-pusat batik di Jawa.&#8221;Prospek ke depan insyaallah tetap berjalan. Bisa maju, karena teknik yang saya ajarkan sekarang ini bagaimana bisa balik modal. Lebih cepat prosesnya. Lebih cepat pemasarannya,&#8221; paparnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perjalanan karier Danang di dunia perbatikan juga dimulai dari bawah dengan mempelajari berbagai karakter khas daerah. Pengalaman empiris itulah yang kini ia tularkan kepada para perajin di Kabupaten Tebo.Respons positif dan rasa syukur mengalir deras dari para peserta pelatihan yang merasakan manfaat langsung. Mereka berharap keterampilan baru ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga masing-masing.Peserta bimtek, Intan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian SKK Migas &#8211; MontD&#8217;Or Oil Tungkal Ltd terhadap perekonomian warga. Ia menaruh harapan besar program pemberdayaan ini mampu mendongkrak kesejahteraan hidup masyarakat Desa Mengupeh.&#8221;Kami mengucapkan terima kasih banyak atas diadakannya kegiatan membatik ini. Kami berharap hasilnya bisa menambah pendapatan keluarga, dan menyejahterakan masyarakat Desa Mengupeh,&#8221; tutur Intan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kader PKK Desa Mengupeh ini mengaku materi pelatihan yang diberikan sangat aplikatif bagi para perajin pemula. Fokus utama pengajaran kali ini terletak pada visualisasi kearifan lokal ke dalam motif kain.&#8221;Kalau materi yang diajarkan sekarang ini tata cara membatik, mencetak, mewarnai, dan pembuatan pola. Pembuatan pola lebih diutamakan. Pola gambarnya nanti dituangkan dalam model batik. Nanti itulah yang menjadi ikon batik Desa Mengupeh,&#8221; jelas Intan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intan merasakan adanya perbedaan kualitas pembekalan yang signifikan pada program kemitraan kali ini. Kalau yang kemarin cuma sekadar bentuk polanya saja. Kalau sekarang lebih mendalam dan lengkap.Pengalaman serupa juga dirasakan Marlina Mutiara, sesama kader perempuan yang baru pertama kali bergabung dalam pelatihan. Ia turut melayangkan rasa terima kasih kepada pemerintah desa serta manajemen perusahaan migas tersebut. Baginya, pendampingan dari nol ini memberikan pemahaman taktis mengenai peluang usaha baru.&#8221;Terima kasih untuk kegiatan membatik ini. Kami yang belum mengerti tentang membatik, akhirnya bisa belajar dan bisa untuk menambah pendapatan,&#8221; ungkap Marlina.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Marlina menjelaskan, ia dan kelompoknya merupakan bagian dari rombongan baru yang dikader untuk menjadi perajin penerus. Pendampingan langsung oleh instruktur sejak tahap awal sangat membantu mereka memahami kerumitan proses membatik.&#8221;Kalau rombongan kami ini baru. Jadi, untuk mengikuti kegiatan membatik ini baru pertama kali,&#8221; terang Marlina.Proses transformasi dari selembar kain putih polos menjadi kain bermotif indah bernilai tinggi memberikan kepuasan emosional tersendiri bagi para ibu. Marlina mengaku sangat terbantu dengan metode praktik langsung yang diterapkan selama kelas berlangsung.Rasa bangga terpancar dari para kader yang kini telah memahami rantai nilai dari produksi kerajinan tradisional ini. Pengetahuan baru tersebut juga mengubah cara pandang mereka terhadap nilai ekonomis dari sebuah karya seni batik.Kreativitas para peserta kini semakin terasah berkat teknik modifikasi warna dan pola yang diajarkan oleh pemateri. Ibu-ibu PKK Desa Mengupeh memendam impian, suatu hari nanti seluruh kader PKK dapat mengenakan busana hasil karya mandiri.Kebebasan berekspresi dalam mendesain motif menjadi motivasi tambahan bagi komunitas perempuan di Desa Mengupeh. Mereka optimistis produk eksklusif yang dihasilkan nantinya mampu merepresentasikan keunikan desa secara luas.Melalui pelatihan terarah ini, diharapkan Batik Lipe dikenal sebagai produk edisi terbatas yang dicari para kolektor. Keunikan motif inilah yang diproyeksikan menjadi komoditas unggulan Desa Mengupeh di masa depan. (red)</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/07/17/skk-migas-berkolaborasi-dengan-montdor-oil-tungkal-ltd-fasilitasi-alat-dan-bimtek-membatik-kader-pkk-mengupeh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/07/16/monetisasi-gas-sengeti-dorong-ketahanan-energi-dan-investasi-baru-di-jambi/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/07/16/monetisasi-gas-sengeti-dorong-ketahanan-energi-dan-investasi-baru-di-jambi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 08:51:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1919</guid>

					<description><![CDATA[Jambi – Pertamina EP Jambi kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan migas nasional dengan keberhasilan memonetisasi gas bumi dari Lapangan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0006-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1920" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0006-1024x682.jpg 1024w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0006-300x200.jpg 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0006-768x512.jpg 768w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0006-1536x1024.jpg 1536w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260717-WA0006-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"> Jambi –  Pertamina EP Jambi kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengelolaan migas nasional dengan keberhasilan memonetisasi gas bumi dari Lapangan Sengeti, Jambi. Proyek ini menjadi penjualan gas pertama dari Field Jambi setelah hampir satu dekade, sekaligus menandai dimulainya optimalisasi potensi stranded gas yang selama ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan akses pasar dan infrastruktur. Lapangan Sengeti memiliki cadangan gas sebesar 14,76 BSCF dengan volume kontrak penjualan sekitar 13,4 BSCF yang direncanakan akan disalurkan selama tujuh tahun. Melalui proses pemilihan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ditetapkan sebagai pembeli gas setelah memenuhi kriteria evaluasi yang telah ditetapkan. Nilai penjualan gas secara bruto diperkirakan mencapai sekitar Rp1,6 triliun sepanjang masa kontrak. Nilai tersebut akan memberikan kontribusi ekonomi melalui mekanisme bagi hasil migas, pajak, dan ketentuan fiskal yang berlaku. General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1, Mefredi mengatakan keberhasilan komersialisasi Lapangan Sengeti memiliki arti strategis bagi Pertamina EP. Selain menghasilkan nilai ekonomi dari lapangan tersebut, proyek ini menjadi pilot project pengembangan stranded gas di Field Jambi, sekaligus menjadi referensi bagi percepatan komersialisasi lapangan-lapangan gas lainnya, seperti Sungai Gelam, Puspa, Puspa Asri, Simpang Tuan, hingga Meruap. &#8220;Pengalaman mulai dari pematangan teknis, penyusunan skema rencana komersialisasi, market intelligence, proses pemilihan dan penetapan pembeli,  hingga proses pengajuan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga Gas kepada Menteri ESDM melalui SKK Migas, diharapkan menjadi pembelajaran penting dalam mempercepat pengembangan potensi gas yang selama ini belum termanfaatkan,&#8221; jelasnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi daerah, proyek Sengeti diharapkan mampu memberikan efek domino bagi perekonomian melalui peningkatan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, serta tumbuhnya peluang usaha bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah operasi, terutama pada tahap konstruksi maupun operasional. Pemerintah daerah juga dilibatkan dalam pengembangan proyek melalui koordinasi terkait perizinan, kesesuaian tata ruang, dan sinkronisasi dengan program pembangunan daerah. Lebih jauh, Rahmat Keslani selaku Senior Manager Commercial Regional 1 PT Pertamina Hulu Rokan mengatakan keberhasilan Lapangan Sengeti membuka peluang pengembangan ekosistem gas di Provinsi Jambi. &#8220;Semakin banyak lapangan gas yang berhasil dikomersialkan, semakin besar pula peluang hadirnya industri berbasis gas serta pembangunan infrastruktur energi yang dapat meningkatkan daya saing daerah,&#8221; katanya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam mendukung program swasembada energi nasional, gas dari lapangan Sengeti dimanfaatkan oleh PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pembangkit listrik, termasuk di wilayah Batam, serta sektor strategis lainnya. Mefredi, General Manager Pertamina Hulu Rokan Zona 1 mengatakan, keberhasilan monetisasi Sengeti menjadi awal dari strategi jangka panjang Pertamina EP dalam mengembangkan stranded gas di Jambi.  &#8220;Saat ini perusahaan juga tengah mempercepat proses komersialisasi beberapa lapangan lain, di antaranya Sungai Gelam yang saat ini sedang menunggu Penetapan Alokasi dan Harga serta izin prinsip tie in, Puspa dan Puspa Asri yang sedang diajukan permohonan Penetapan Alokasi dan Harga kepada Menteri ESDM, serta Simpang Tuan yang masih dalam tahap pematangan aspek teknis dan keekonomian,&#8221; jelasnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui keberhasilan ini, Mefredi memastikan Pertamina EP berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya migas nasional secara berkelanjutan.  &#8220;Monetisasi Lapangan Sengeti tidak hanya menjadi keberhasilan penjualan gas pertama setelah hampir satu dekade di Field Jambi, tetapi juga menjadi fondasi bagi percepatan pengembangan stranded gas lainnya guna meningkatkan nilai tambah bagi perusahaan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia,&#8221; tutupnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">*Tentang Pertamina Hulu Rokan Zona 1* Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 merupakan bagian dari Regional 1 Subholding Upstream Pertamina. Zona 1 menjalankan kegiatan operasi minyak dan gas bumi di wilayah yang membentang di lima provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan di bawah koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) serta SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).</p>



<p class="wp-block-paragraph"> Wilayah operasional Zona 1 mencakup 14 kabupaten/kota yang tersebar pada enam wilayah kerja, yaitu Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang, Pertamina EP (PEP) Jambi, Pertamina EP (PEP) Lirik, Pertamina EP (PEP) Pangkalan Susu, Pertamina EP (PEP) Rantau, dan Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO).  (*)===Narahubung:Renita Yulia KuswindriatiOfficer Media RelationPT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1+62821-2039-1987 (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/07/16/monetisasi-gas-sengeti-dorong-ketahanan-energi-dan-investasi-baru-di-jambi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mursyid Songsang jadi Tamu Kehormatan di Panggung Organisasi Wartawan Terbesar Tiongkok</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/07/14/mursyid-songsang-jadi-tamu-kehormatan-di-panggung-organisasi-wartawan-terbesar-tiongkok/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/07/14/mursyid-songsang-jadi-tamu-kehormatan-di-panggung-organisasi-wartawan-terbesar-tiongkok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 05:20:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1915</guid>

					<description><![CDATA[MURSYID Yusmar Sonsang kembali mencatatkan namanya dalam dunia diplomasi pers tanah air. Kali ini, tampil bukan di ruang rapat Persatuan]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="737" height="596" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260714-WA0008.jpg" alt="" class="wp-image-1916" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260714-WA0008.jpg 737w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260714-WA0008-300x243.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 737px) 100vw, 737px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">MURSYID Yusmar Sonsang kembali mencatatkan namanya dalam dunia diplomasi pers tanah air.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kali ini, tampil bukan di ruang rapat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) atau Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), melainkan di forum yang diselenggarakan oleh All China Journalists Association (ACJA), organisasi profesi wartawan terbesar di Tiongkok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan foto beredar pada Selasa, 14 Juli 2026, Mursyid tampak mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan dasi bermotif saat duduk di meja delegasi. Kaca mata hitam tidak lupa dipakai. Namanya tertera jelas pada papan nama di hadapannya. Berbagai pin disematkan di dada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran Mursyid merupakan undangan ACJA, menjadi panggung berharga bagi tokoh pers senior ini untuk menyampaikan wawasan berpikir yang begitu luas di kancah internasional. Sebagai bagian dari delegasi Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), organisasi yang berstatus konstituen Dewan Pers dan ia juga salah satu pendirinya di tingkat pusat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepak terjang ayah dari IPTU Fachri Muhammad Mursyid Kanit Tipidter Polres Bengkalis ini memang tak perlu diragukan lagi. Ia begitu matang memimpin PWI Provinsi Jambi selama dua periode berturut-turut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbagai warisan telah ditinggalkan untuk Indonesia khususnya Provinsi Jambi, mulai dari berdirinya perpustakaan pertama di Sumatera di lingkungan kantor PWI Jambi, hingga keberhasilan membawa Jambi menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2012.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada perhelatan bersejarah itu pula terjalin kerja sama antara Polri dan Dewan Pers, sampai sekarang MOU itu terus diperpanjang. Serta dibangunnya Tugu Pers yang kini menjadi ikon di Kota Jambi sebagai kenang-kenangan. Bagi PWI dan masyarakat Jambi, event terbesar dan bersejarah dengan dihadiri Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dan menginap di Jambi dua malam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai wartawan stasiun televisi swasta pertama di Jambi, suami dari Doktor Asnelly Ridha Daulay itu pernah memimpin Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI Jambi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 2012, ia menempuh pendidikan di Program Pendidikan Singkat Anggota Lemhannas, jenjang pendidikan yang setara dengan pejabat tingkat Jenderal TNI/Polri maupun Direktur Jenderal. Ia seangkatan dengan mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Mulyono, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo, Komjen Pol (Purn) Arif Sulistyanyo, mantan Sekjen Departemen Perhubungan Leon Muhammad, hingga Komjen (Purn) Pol Condro Kirono.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan pada tahun 2021, PWI Pusat menganugerahinya penghargaan tertinggi berupa Kartu Pers Nomor Satu dalam peringatan Hari Pers Nasional yang diserahkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan konsistensinya sebagai jurnalis yang tumbuh dan berkembang langsung dari pengalaman bertugas di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mursyid juga salah satu tokoh pendiri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat itu memang dikenal memiliki jaringan luas dan bertangga dingin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(Red) </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/07/14/mursyid-songsang-jadi-tamu-kehormatan-di-panggung-organisasi-wartawan-terbesar-tiongkok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MANAJEMEN KELAS PAUD: MEWUJUDKAN LINGKUNGAN BELAJAR KAYA STIMULASI BERBASIS PERMAINAN YANG BERMAKNA</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/07/07/manajemen-kelas-paud-mewujudkan-lingkungan-belajar-kaya-stimulasi-berbasis-permainan-yang-bermakna/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/07/07/manajemen-kelas-paud-mewujudkan-lingkungan-belajar-kaya-stimulasi-berbasis-permainan-yang-bermakna/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 10:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1912</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Lilis Suryani, Sisca C. Lamatokan, Reni Susilawati, Fetri Elisha Hermanto,Program Studi Magister PAUD, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Panca Sakti]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-block-post-author-name">t3mp8</div>


<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Lilis Suryani, Sisca C. Lamatokan, Reni Susilawati, Fetri Elisha Hermanto,Program Studi Magister PAUD, Fakultas Pasca Sarjana, Universitas Panca Sakti Bekasi</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="665" height="879" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260707-WA0006.jpg" alt="" class="wp-image-1913" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260707-WA0006.jpg 665w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260707-WA0006-227x300.jpg 227w" sizes="auto, (max-width: 665px) 100vw, 665px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jambi&#8211; “Anak-anak hanya bermain seharian di sekolah. Kapan mereka mulai belajar?” Pertanyaan bernada skeptis, penuh kecemasan, dan terkadang diiringi kerutan dahi ini masih menjadi melodi harian yang kerap terdengar di ruang-ruang tunggu sekolah, grup percakapan digital orang tua, hingga dalam obrolan santai di pos ronda. Di tengah arus modernisasi dan tuntutan globalisasi yang menuntut anak serbacepat, sebagian besar masyarakat kita ternyata masih terjebak dalam paradigma usang mengenai konsep &#8220;belajar&#8221; pada anak usia dini. Belajar diidentikkan secara kaku dengan aktivitas duduk rapi di belakang meja kayu yang keras, memegang pensil dengan jemari yang masih tegang, menatap papan tulis hitam-putih, serta menyelesaikan lembar kerja kertas-pensil untuk menguasai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) secara mekanis dan berulang.Ketika seorang anak pulang sekolah tanpa membawa tumpukan buku latihan yang penuh coretan nilai merah, paraf guru, atau stiker bintang emas, seketika itu pula muncul kepanikan kolektif di kalangan orang tua. Lembaga PAUD tempat anak mereka dititipkan kerap kali dicap tidak berkualitas, malas mendidik, atau sekadar menjadi &#8220;tempat penitipan anak yang mahal.&#8221; Tekanan sosial dan ekonomi ini tidak jarang memaksa pengelola PAUD untuk berkompromi dengan pasar. Demi mempertahankan jumlah siswa dan menjaga kelangsungan bisnis lembaga, prinsip-prinsip pedagogis yang benar dikorbankan. Manajemen sekolah akhirnya menyerah dan menyelundupkan metode drilling calistung akademis yang kaku ke dalam kelas harian anak usia 3 hingga 6 tahun.Namun, benarkah paradigma belajar kaku tersebut menyelamatkan masa depan anak? Jika kita membedah kajian neurosains mutakhir dan psikologi perkembangan anak, aktivitas bermain bukanlah sekadar pengisi waktu luang, pelarian dari kebosanan, atau metode instan agar anak tidak rewel selama orang tua mereka bekerja. Bermain adalah cara kerja utama dari otak anak usia dini. Saat bermain, seluruh sinapsis di otak anak menyala secara simultan, membangun sirkuit saraf yang kompleks untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills), regulasi emosi, dan ketangguhan mental. Menafikan bermain dalam proses belajar anak sama saja dengan memaksa mesin bensin bekerja menggunakan bahan bakar solar, tidak fungsional, macet, dan berisiko merusak sistem kognitif serta emosional anak secara permanen.Oleh karena itu, diperlukan sebuah tinjauan mendalam dan komprehensif dari sudut pandang Manajemen Kelas dan Lingkungan Belajar PAUD. Kita perlu membedah bagaimana merancang, mengorganisasikan, dan mengarahkan sebuah lembaga PAUD agar mampu menyelaraskan hakikat perkembangan anak dengan kebutuhan stimulasi masa depan secara alami, menyenangkan, dan berbobot tanpa harus merampas kebahagiaan masa kecil mereka.POTRET BURAM DI LAPANGANBerdasarkan hasil observasi mendalam dan wawancara yang dilakukan di beberapa lembaga PAUD (baik formal seperti TK, maupun non-formal seperti KB dan SPS) di wilayah jambi, kami menemukan potret manajemen kelas yang cukup memprihatinkan. Ada lima temuan masalah krusial di lapangan yang memerlukan pembenahan tata kelola secara sistemik:1. Desain Fisik Kelas yang Monoton dan Bersifat &#8220;Miniatur Sekolah Dasar&#8221;Banyak ruang kelas PAUD yang dirancang dengan tata letak kaku. Meja-meja dan kursi-kursi diatur berderet lurus menghadap satu arah, yaitu papan tulis dan meja guru di depan. Desain fisik seperti ini membatasi ruang gerak motorik kasar anak yang secara alamiah sedang aktif berkembang. Sangat jarang ditemukan sudut-sudut kegiatan atau area minat (seperti sudut sains, sudut balok, sudut keaksaraan, atau sudut bermain peran) yang tertata rapi, ramah anak, dan mudah diakses secara mandiri. Kelas terasa sempit, membatasi eksplorasi, dan menciptakan atmosfer ketegangan belajar sejak dini.2. Ketiadaan Lingkungan Kaya Stimulasi (Rich Environment) dan Dominasi Mainan PabrikanSebagian besar media pembelajaran yang disediakan di dalam kelas bersifat instan, kaku, buatan pabrik, dan hanya memiliki satu fungsi tunggal (misalnya mainan plastik berbentuk buah yang hanya bisa ditatap atau dicocokkan warnanya). Penggunaan bahan-bahan alam terbuka dan benda-benda sekitar yang fleksibel (loose parts), seperti batu kali, potongan kayu, daun kering, kerang, kancing baju, atau botol plastik bekas, masih sangat minim di dalam kelas. Saat kami menanyakan hal ini kepada guru, jawaban yang dominan adalah kekhawatiran bahwa bahan-bahan alam tersebut akan mengotori kelas, membuat ruangan tampak berantakan, serta menambah beban kerja guru untuk membersihkannya setelah jam sekolah usai.3. Manajemen Waktu (Schedule Management) yang Kaku dan Menekan Kebebasan AnakJadwal harian anak diatur dalam durasi waktu yang sangat ketat dan berpindah-pindah atas instruksi mutlak dari guru. Anak-anak hampir tidak diberikan kebebasan untuk menyelesaikan proyek bermain mereka. Sering kali, ketika seorang anak sedang berada dalam kondisi fokus tingkat tinggi (flow state) saat menyusun balok kayu atau menggambar sebuah pola, aktivitas mereka harus dihentikan secara sepihak dan mendadak oleh guru karena &#8220;waktu untuk materi berikutnya telah tiba.&#8221; Akibatnya, anak kehilangan kesempatan untuk melatih ketekunan, konsentrasi, dan rasa puas dalam menuntaskan sebuah karya.4. Peran Guru sebagai &#8220;Instruktur Dominan&#8221; dan Minimnya Kemampuan Memfasilitasi InkuiriDalam proses pembelajaran, guru masih menempatkan diri sebagai pusat informasi tunggal (teacher-centered). Instruksi demi instruksi diberikan secara klasikal menggunakan pengeras suara atau ketukan meja. Guru jarang sekali melakukan observasi individual dan hampir tidak pernah memberikan pertanyaan pemantik terbuka (open-ended questions). Alih-alih merangsang rasa ingin tahu anak melalui dialog interaktif, interaksi guru lebih banyak didominasi oleh kata-kata larangan dan petunjuk kaku seperti, &#8220;Jangan berantakan,&#8221; &#8220;Tidak boleh begitu,&#8221; atau &#8220;Warnanya harus merah seperti contoh di papan tulis.&#8221;5. Manajemen Kemitraan Orang Tua yang Defensif dan LemahPihak sekolah sering kali bersikap defensif atau bahkan inferior terhadap tuntutan calistung dari orang tua. Manajemen sekolah gagal mengomunikasikan kurikulum bermain mereka secara ilmiah, transparan, dan persuasif. Akibatnya, alih-alih mengedukasi orang tua, pihak manajemen sekolah justru berkompromi dengan cara memberikan pekerjaan rumah (PR) menulis lembar kerja harian yang melelahkan bagi anak usia dini, demi meredam protes orang tua yang merasa anaknya &#8220;tidak diajari apa-apa&#8221; di sekolah.MENGAPA &#8220;SALAH KELOLA&#8221; INI TERJADI ?Masalah manajemen kelas dan lingkungan belajar yang terjadi di lapangan tidak berdiri sendiri dalam ruang hampa. Masalah tersebut dipicu oleh beberapa akar masalah manajerial dan struktural yang saling berkaitan:Pertama: Rendahnya Kompetensi Pedagogik Riil dan Keterbatasan Latar Belakang Pendidikan GuruBanyak guru PAUD yang mengajar tanpa memiliki latar belakang pendidikan formal di bidang Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PG-PAUD). Mereka juga jarang mendapatkan pelatihan manajemen kelas (classroom management) yang komprehensif, mendalam, dan aplikatif secara berkala. Tanpa pemahaman teoretis yang kuat, guru cenderung menduplikasi metode mengajar kaku yang dahulu mereka alami saat bersekolah di tingkat dasar atau menengah, tanpa menyadari bahwa anak usia dini membutuhkan pendekatan manajemen kelas yang berbeda secara fundamental.Kedua: Alokasi Anggaran Lembaga yang Tidak Seimbang (Bias Fisik Gedung)Banyak pengelola atau yayasan PAUD yang lebih memprioritaskan anggaran lembaga untuk mempercantik fisik luar gedung sekolah (seperti mengecat dinding dengan warna-warni mencolok atau membeli wahana permainan luar ruangan berbahan besi yang mahal) demi menarik minat pendaftar baru secara visual. Sebaliknya, anggaran untuk peningkatan kapasitas intelektual guru, pembelian buku referensi berkualitas, dan penyediaan media belajar berbasis loose parts di dalam kelas sering kali dipotong atau bahkan ditiadakan. Guru dibiarkan mengelola kelas dengan keterbatasan pengetahuan dan alat pendukung.Ketiga: Disorientasi Visi Kepemimpinan PAUD yang Terjebak Arus Pasar (Market-Driven)Kurangnya keberanian manajerial dari kepala sekolah untuk mengambil peran sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungan masyarakat. Banyak kepala sekolah PAUD memosisikan lembaganya murni sebagai entitas bisnis yang harus memuaskan keinginan konsumen (orang tua) secara instan, tanpa melakukan upaya edukasi publik (parenting education) yang konsisten. Kelemahan visi kepemimpinan ini membuat esensi filosofi PAUD tenggelam di bawah tekanan orientasi pasar.BAGAIMANA KONDISI PAUD YANG IDEAL?Untuk merumuskan arah perubahan manajemen kelas yang tepat, kita harus berpijak pada fondasi teoretis perkembangan anak dan hasil-hasil riset empiris yang diakui secara akademis.Secara filosofis dan psikologis, Jean Piaget memaparkan bahwa anak usia dini berada pada tahap perkembangan pra-operasional, di mana mereka membangun pemahaman kognitif melalui interaksi fisik secara langsung dengan objek konkret di sekitarnya (active learning). Piaget menyatakan dengan tegas bahwa bermain adalah cara anak mengeksplorasi, bereksperimen, dan mengasimilasi informasi baru ke dalam skema kognitif mereka. Senada dengan hal tersebut, Lev Vygotsky menggarisbawahi pentingnya interaksi sosial dan bahasa dalam proses konstruksi pengetahuan. Melalui konsep Zone of Proximal Development (ZPD), Vygotsky menjelaskan bahwa anak dapat mencapai potensi perkembangan optimalnya jika didukung oleh lingkungan yang kaya stimulasi dan bimbingan guru yang berfungsi sebagai penopang (scaffolding) yang tepat waktu.Dalam konteks manajemen kelas dan pengelolaan sarana prasarana, penelitian yang dilakukan oleh Suryani (2018) menegaskan bahwa efektivitas manajemen sarana prasarana serta penataan lingkungan fisik kelas memiliki korelasi langsung dan signifikan terhadap peningkatan kreativitas, imajinasi, dan kemandirian anak usia dini. Penataan kelas yang beralih dari model klasikal konvensional menuju model sentra (center-based learning) memberikan kebebasan eksplorasi yang lebih luas bagi anak untuk memilih kegiatan sesuai minat dan tingkat perkembangannya sendiri.Lebih lanjut, riset mengenai kompetensi guru yang dipublikasikan oleh Suryani dan Lamatokan (2021) menyoroti pentingnya kompetensi pedagogik guru dalam merancang stimulasi pembelajaran di dalam kelas berbasis sentra. Guru yang dibekali dengan keterampilan manajemen kelas yang baik tidak akan mendominasi kelas, melainkan bertindak sebagai desainer lingkungan belajar. Mereka mampu menciptakan atmosfer belajar yang kondusif, meminimalkan potensi konflik destruktif antar-anak, serta memaksimalkan pemanfaatan Alat Permainan Edukatif (APE) berbasis bahan lokal guna memicu kemampuan pemecahan masalah pada anak.Sejalan dengan pentingnya profesionalisme pendidik, penelitian yang dilakukan oleh Lamatokan (2018) mengenai manajemen pelatihan guru mengemukakan bahwa kualitas proses pembelajaran di dalam kelas PAUD sangat ditentukan oleh kontinuitas program pelatihan dan pengembangan kapasitas guru yang dikelola secara profesional oleh lembaga. Guru yang mendapatkan pelatihan manajemen kelas secara terstruktur menunjukkan kepekaan yang lebih tinggi dalam memberikan scaffolding kognitif, mampu merancang jadwal harian yang fleksibel, serta terampil menata lingkungan bermain yang menantang kreativitas anak tanpa menimbulkan rasa cemas atau tertekan.Pentingnya tata kelola lingkungan fisik kelas ini juga diperkuat oleh pendekatan Reggio Emilia yang memosisikan lingkungan fisik kelas sebagai &#8220;guru ketiga&#8221; (the third teacher). Lingkungan kelas yang dikelola dengan baik, erang, bersih, estetis, menggunakan bahan alam, dan tertata rapi secara tidak langsung mengirimkan pesan kepada anak mengenai apa saja yang dapat mereka pelajari, eksplorasi, dan ciptakan hari itu secara mandiri.SOLUSI KONKRET DAN STRATEGI BAGI REFORMASI MANAJEMEN KELAS PAUDBerdasarkan analisis akar masalah dan kondisi ideal di atas, langkah-langkah solusi konkret dan strategis yang wajib diimplementasikan oleh para pengelola, kepala sekolah, dan pendidik PAUD:1. Transformasi Tata Ruang Kelas: Migrasi Total ke Model Sentra atau AreaLembaga PAUD harus berani membongkar sekat-sekat kelas klasikal konvensional. Penataan ruang kelas harus diubah menjadi ruang multi-sentra atau area minat yang dinamis (misalnya Sentra Balok, Sentra Bahan Alam, Sentra Seni dan Kreativitas, Sentra Persiapan/Keaksaraan, dan Sentra Bermain Peran). Pembatasan penggunaan meja dan kursi berukuran besar yang memakan banyak tempat. Gunakan karpet atau alas lantai yang bersih dan nyaman agar sebagian besar aktivitas eksplorasi anak dilakukan di lantai secara fleksibel. Sediakan rak-rak penyimpanan terbuka setinggi jangkauan anak (low-shelving) dan beri label visual (gambar/tulisan) agar anak terlatih untuk mengambil dan mengembalikan sendiri bahan mainan yang mereka gunakan. Ini adalah langkah awal melatih kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan klasifikasi matematika dasar.2. Penerapan Konsep Loose Parts dalam Pembelajaran HarianMulai menghentikan ketergantungan mutlak pada alat permainan plastik pabrikan yang mahal namun minim nilai stimulasi kreatif. Ganti atau kombinasikan dengan media belajar berbasis loose parts (benda lepasan). Pihak sekolah dapat membuat program &#8220;Bank Bahan Alam dan Daur Ulang&#8221; dengan melibatkan orang tua murid. Orang tua diajak untuk mengumpulkan barang-barang bekas yang bersih dan aman (seperti kardus berbagai ukuran, gulungan tisu, tutup botol warna-warni, kancing baju, kain perca, ranting pohon, daun kering, batu kali, hingga tempurung kelapa). Tata bahan-bahan tersebut secara estetis menggunakan wadah-wadah transparan atau keranjang anyaman di rak kelas. Media-media fleksibel ini merangsang daya cipta tanpa batas; satu tutup botol di tangan anak bisa berubah menjadi roda mobil, uang koin belanjaan, kelopak bunga, atau simbol angka.3. Mendesain Ulang Manajemen Waktu yang Fleksibel (Flexible Time Block)Manajemen sekolah harus menyusun jadwal harian yang memberikan kelonggaran waktu bagi anak untuk mengeksplorasi minatnya secara tuntas (uninterrupted play time). Sediakan waktu bermain bebas yang tidak terputus minimal 45 hingga 60 menit setiap harinya. Jika guru melihat anak sedang sangat fokus menyelesaikan sebuah karya (misalnya merakit struktur balok yang rumit), guru tidak boleh langsung membongkarnya atau memaksanya berhenti hanya karena perpindahan jam pelajaran. Berikan toleransi waktu, lakukan dokumentasi berupa foto terhadap karya anak tersebut, dan beri kesempatan kepada anak untuk memamerkan atau menceritakan karyanya kepada teman-temannya saat sesi refleksi (recalling) di akhir hari.4. Optimalisasi Kompetensi Guru Melalui Pelatihan BerkelanjutanKepala sekolah dan pengelola yayasan wajib menggeser orientasi anggaran dari sekadar perbaikan fisik luar gedung ke arah peningkatan mutu pendidik. Sesuai dengan rekomendasi penelitian Lamatokan (2018), lembaga harus mengalokasikan minimal 15-20% anggaran tahunannya untuk membiayai pelatihan, seminar, atau workshop profesional bagi guru. Fokus pelatihan harus diarahkan pada keterampilan manajemen kelas berbasis bermain, teknik observasi asesmen perkembangan anak (seperti pencatatan anekdot dan portofolio), serta teknik mengajukan pertanyaan pemantik terbuka (open-ended questions) yang merangsang kemampuan berpikir tingkat tinggi pada anak usia dini.5. Membangun Sinergi Kemitraan dengan Orang Tua Melalui Parenting Center yang TerprogramSekolah dan keluarga harus berada dalam frekuensi yang sama mengenai tumbuh kembang anak. Ketakutan orang tua akan ketertinggalan calistung harus dijawab dengan edukasi ilmiah yang merangkul dan solutif. Seperti yang dipaparkan dalam kajian Suryani, Susilawati, dan Hermanto (2023), sekolah harus mendirikan wadah kemitraan yang aktif berupa Parenting Center. Selenggarakan seminar bulanan, bincang santai, atau demonstrasi pengajaran di mana orang tua diajak langsung masuk ke kelas untuk mencoba bermain menggunakan loose parts. Tunjukkan kepada mereka bagaimana konsep matematika dasar, sains dasar, dan keaksaraan awal terintegrasi secara alami di dalam aktivitas bermain tersebut. Ganti rapor angka yang kaku dengan laporan portofolio naratif yang mendokumentasikan proses belajar anak lewat foto-foto aktivitas bermain mereka dilengkapi dengan analisis capaian aspek perkembangannya secara mendalam.BERMAIN ADALAH HAK HAKIKI, BELAJAR ADALAH DAMPAKNYAManajemen kelas dan lingkungan belajar di lembaga PAUD bukanlah urusan estetika visual atau kemewahan fasilitas semata. Ini adalah jantung pertahanan dari kualitas pendidikan anak usia dini yang sesungguhnya. Ketika ruang-ruang kelas kita dikelola dengan paradigma manajemen yang berpusat pada anak, leksibel, kaya stimulasi, berbasis material terbuka, serta didukung oleh pendidik yang kompeten dan memahami fungsi dirinya sebagai fasilitator inkuiri, maka belajar tidak lagi dirasakan oleh anak sebagai sebuah beban akademis yang menakutkan dan melelahkan. Sebaliknya, belajar akan menjadi sebuah petualangan eksplorasi yang mendebarkan bagi rasa ingin tahu mereka.Melalui reorientasi tata ruang kelas ke model sentra, pemanfaatan media inovatif ramah lingkungan seperti loose parts, peningkatan kapasitas manajerial dan kompetensi pedagogik guru secara konsisten, serta penguatan kemitraan edukatif dengan orang tua, kita dapat mengembalikan hakikat dunia anak-anak yang sesungguhnya.Mari kita ubah bersama-sama narasi penyambutan anak-anak kita. Mulai hari ini, jangan lagi menyambut anak yang baru pulang sekolah dengan pertanyaan kaku yang menuntut performa akademis: &#8220;Hari ini kamu belajar menulis huruf apa di sekolah?&#8221; melainkan sambutlah mereka dengan binar mata penuh kehangatan dan antusiasme sembari bertanya: &#8220;Hari ini kamu bermain apa yang paling seru di sekolah? Ceritakan pada Ibu/Ayah petualangan hebatmu hari ini!&#8221; Sebab, di dalam tawa lepas mereka saat mengeksplorasi alam, di dalam ketekunan jari-jemari mungil mereka saat menyusun balok kayu, dan di dalam coretan-coretan warna-warni abstrak di selembar kertas bekas, di sanalah fondasi kecerdasan, ketangguhan, moralitas, dan kreativitas masa depan bangsa ini sedang mekar dengan begitu indahnya. Bermain itu belajar, dan bermain adalah hak paling hakiki yang wajib kita jaga bersama.DAFTAR PUSTAKADaly, L., &amp; Beloglovsky, M. (2015). Loose Parts: Inspiring Play in Young Children. St. Paul, MN: Redleaf Press.Edwards, C., Gandini, L., &amp; Forman, G. (2011). The Hundred Languages of Children: The Reggio Emilia Experience in Transformation (3rd ed.). Greenwich, CT: Ablex Publishing.Gestwicki, C. (2016). Developmentally Appropriate Practice: Curriculum and Development in Early Childhood Education (6th ed.). Boston, MA: Cengage Learning.Lamatokan, S. C. (2018). Manajemen Pelatihan dan Pengembangan Pendidik PAUD dalam Meningkatkan Mutu Proses Pembelajaran. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 6(1), 78-89.Morrison, G. S. (2018). Early Childhood Education Today (14th ed.). New York: Pearson.Mulyasa, E. (2012). Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.Patmonodewo, S. (2003). Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Rineka Cipta.Piaget, J. (1962). Play, Dreams and Imitation in Childhood. New York: W. W. Norton &amp; Company.Sugiono, S. (2019). Manajemen Kelas Anak Usia Dini: Teori, Aplikasi, dan Solusi Lapangan. Jakarta: Prenadamedia Group.Suryani, L. (2018). Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Lembaga PAUD. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 2(3), 185-194.Suryani, L., &amp; Lamatokan, S. C. (2021). Analisis Kompetensi Pedagogik Guru PAUD dalam Pengelolaan Kelas Berbasis Sentra. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 1420-1432.Suryani, L., Susilawati, R., &amp; Hermanto, F. E. (2023). Kemitraan Keluarga dan Sekolah: Upaya Menyelaraskan Persepsi Orang Tua terhadap Pembelajaran Berbasis Bermain di PAUD. Jurnal Pendidikan Anak, 12(1), 45-56.Suyadi. (2014). Teori Pembelajaran Anak Usia Dini dalam Kajian Neurosains. Rembang: PT Remaja Rosdakarya.Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/07/07/manajemen-kelas-paud-mewujudkan-lingkungan-belajar-kaya-stimulasi-berbasis-permainan-yang-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Pertamina EP Jambi dengan Masyarakat Semakin Kuat, Program Budidaya Ikan Air Tawar Resmi Berjalan</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/06/24/kolaborasi-pertamina-ep-jambi-dengan-masyarakat-semakin-kuat-program-budidaya-ikan-air-tawar-resmi-berjalan/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/06/24/kolaborasi-pertamina-ep-jambi-dengan-masyarakat-semakin-kuat-program-budidaya-ikan-air-tawar-resmi-berjalan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 15:10:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1908</guid>

					<description><![CDATA[JAMBI &#8211; Komitmen Sosial Pertamina EP Jambi Field Jadi Sorotan Utama Media Field tahun ini, Para Jurnalis Jambi Diajak Melihat]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0031-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-1909" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0031-1024x682.jpg 1024w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0031-300x200.jpg 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0031-768x512.jpg 768w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0031-1536x1023.jpg 1536w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260624-WA0031.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">JAMBI &#8211; Komitmen Sosial Pertamina EP Jambi Field Jadi Sorotan Utama Media Field tahun ini, Para Jurnalis Jambi Diajak Melihat Langsung Bukti Nyata Kawasan Pendampingan Program pemberdayaan Masyarakat Melalui Budidaya Ikan Air Tawar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat resmi disepakati di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpe Ulu. Melalui sebuah komitmen &#8220;langkah bersama berbagai pihak lintas sektor bersinergi untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis budidaya ikan air tawar&#8221;.<br>​</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penandatanganan kesepakatan berlangsung pada hari Selasa, 23 Juni 2026. Program ini mengusung visi utama: Menguatkan Kolaborasi untuk Mewujudkan Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Bioflok yang Mandiri, Produktif, dan Berkelanjutan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penandatanganan disaksikan langsung oleh seluruh jurnalis FJM Jambi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Sinergi strategis ini melibatkan empat pihak penting yang membubuhkan tanda tangan sebagai simbol kebersamaan, yaitu, ​SKK MIGAS Perwakilan Sumbagsel, ​Pertamina EP Jambi Field, ​Kepala Desa Kasang Lopak Alai dan ​Ketua Kelompok Budidaya Setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​Program pemanfaatan teknologi modern berupa sistem bioflok ini dipilih karena dinilai efektif dan efisien untuk budidaya ikan air tawar, terutama dalam keterbatasan lahan dan optimalisasi pakan. Dengan adanya dukungan penuh dari SKK Migas Sumbagsel dan Pertamina EP Jambi Field, program pemberdayaan ini diharapkan mampu menjadi pilar baru dalam mendongkrak perekonomian warga Desa Kasang Lopak Alai secara jangka panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komitmen sosial Pertamina EP Jambi Field jadi sorotan utama Media Field tahun ini. Di sana para jurnalis diajak melihat langsung bukti nyata kawasan pendampingan program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan air tawar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">​</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim CID PEP Jambi menjelaskan peta jalan pendampingan yang dilakukan sejak awal. Program dimulai dari pelatihan teknis budidaya ikan air tawar untuk kelompok masyarakat. Materi pelatihan meliputi pemilihan bibit unggul, manajemen kualitas air, pemberian pakan efisien, pencegahan penyakit, hingga teknik panen yang ramah lingkungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah warga menguasai teknik dasar, perusahaan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana. Bantuan berupa kolam terpal, pompa air, aerator, hingga pakan awal. Pendampingan tidak berhenti di situ. Tim CID rutin turun ke lapangan untuk monitoring, evaluasi, dan memberikan solusi jika ada kendala teknis di kolam warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tahap terakhir yang paling krusial adalah pendampingan pemasaran. PEP Jambi memfasilitasi kelompok binaan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memasarkan hasil panen. Hingga 2026, kelompok binaan di Kasang Lopak Alai telah mampu memproduksi ikan air tawar dalam jumlah signifikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hasil panen rutin disetor ke pasar tradisional dan juga dijadikan makanan olahan yang menembus pasar internasional. Omzet kelompok meningkat dari bulan ke bulan dan jumlah warga yang terlibat terus bertambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran jurnalis dan jajaran manajemen disambut hangat Kepala Desa Kasang Lopak Alai, Pawi. Di hadapan rombongan, ia menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan kontribusi nyata Pertamina EP Jambi Field. Program korporat berkelanjutan ini benar-benar menggerakkan roda perekonomian desa sehingga berdampak langsung ke perekonomian warga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mewakili kelompok atas nama pemerintahan dan warga masyarakat mengucapkan terimakasih atas pembinaan yang secara sinergi. Harapannya, kelompok tani dapat terus belajar tentang pemahaman Inisiasi budidaya ikan air tawar bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan dan menciptakan sumber penghasilan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakannya, siap bersaing dengan desa lain untuk ketahanan pangan di bidang budidaya ikan air tawar. &#8220;Kami akan membuktikan dan mempertanggung jawabkan atas kepercayaan dalam bentuk sumbangan moral maupun fikiran. Kedatangan para jurnalis merupakan sebuah penghargaan dan anugerah yang tadinya desa kami tertinggal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak ada program budidaya ikan dari Pertamina, banyak warga setempat kini punya penghasilan tambahan yang lebih stabil dan tidak tergantung cuaca. Harapannya ke depan desa kami lebih di kenal dan di kenang oleh masyakarat luas, ujar Pawi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jurnalis juga diajak eksplorasi Pojok UMKM dan kolam-kolam budidaya, sekaligus pelepasan bibit ikan lele ke kolam bioflok. Di salah satu kolam, anggota kelompok binaan menjelaskan cara membedakan ikan yang siap panen dan yang masih perlu dipelihara. Ia juga menunjukkan catatan harian kelompok yang berisi data pakan masuk, pertumbuhan ikan, dan jadwal panen. Catatan itu menjadi bukti bahwa warga kini mengelola usaha dengan cara lebih profesional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu anggota kelompok, warga setempat, menuturkan perubahan hidupnya setelah ikut program. “Dulu saya cuma buruh tani, kerja tidak menentu, penghasilan pas-pasan. Sekarang saya punya penghasilan tambahan dari hasil budidaya ikan. &#8220;Terima kasih Pertamina sudah dampingi kami dari nol sampai bisa mandiri seperti sekarang,” ucapnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cerita serupa juga disampaikan ibu-ibu kelompok UMKM. Mereka kini mengolah ikan hasil panen menjadi produk makanan olahan abon lele dan keripik . Produk itu dijual di Pojok UMKM yang difasilitasi perusahaan. Omzet UMKM naik dan beberapa produk sudah punya label serta izin edar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Field trip ini menjadi bukti bahwa keterbukaan informasi dan sinergi media-industri bisa berjalan beriringan. SKK Migas Sumbagsel bersama KKKS berkomitmen menjadikan kegiatan serupa agenda rutin. Tujuannya agar narasi energi nasional, khususnya kontribusi Jambi, tersampaikan dengan utuh dan akurat ke publik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Media Field Trip bukan seremonial. Ini investasi kepercayaan. Semakin media paham kerja kami di lapangan, semakin baik pula pemberitaan yang lahir untuk masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan pengalaman langsung di Zona 1 Field Jambi dan Desa Kasang Lopak Alai, 60 jurnalis FJM Jambi kini memiliki bahan pemberitaan yang lebih kaya, berimbang, dan kontekstual. Tiga pilar utama yang diperkuat lewat kegiatan ini adalah sinergi HSSE, ketahanan energi, dan program sosial.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian Media Field Trip 2026 resmi berakhir pukul 14.30 WIB saat rombongan bertolak kembali menuju Kota Jambi. Selama hampir 7 jam di lapangan, para jurnalis tidak hanya mendapat data teknis operasional migas, tetapi juga menyaksikan langsung bagaimana perusahaan energi berkontribusi ke masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para jurnalis pulang membawa wawasan baru, bahwa industri hulu migas tidak melulu soal pengeboran dan produksi minyak. Ada sisi lain yang jarang disorot, yaitu tentang integrasi harmonis antara industri migas, upaya menjaga keselamatan pekerja dan memberdayakan ekonomi masyarakat. (Red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/06/24/kolaborasi-pertamina-ep-jambi-dengan-masyarakat-semakin-kuat-program-budidaya-ikan-air-tawar-resmi-berjalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dihadapan Wartawan, SKK Migas dan KKKS Pamerkan Komitmen HSSE Pemberdayaan Masyarakat Warga Sekitar Operasi</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/06/23/dihadapan-wartawan-skk-migas-dan-kkks-pamerkan-komitmen-hsse-pemberdayaan-masyarakat-warga-sekitar-operasi/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/06/23/dihadapan-wartawan-skk-migas-dan-kkks-pamerkan-komitmen-hsse-pemberdayaan-masyarakat-warga-sekitar-operasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2026 06:02:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jambi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1905</guid>

					<description><![CDATA[JAMBIKITO &#8211; Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Pemberdayaan Masyarakat,SKK Migas dan KKKS Undang Jurnalis Menyaksikan Langsung Operasi Migas Satuan Kerja Khusus]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">JAMBIKITO &#8211; Tegaskan Komitmen Keselamatan dan Pemberdayaan Masyarakat,SKK Migas dan KKKS Undang Jurnalis Menyaksikan Langsung Operasi Migas</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali menyelenggarakan program tahunan bertajuk “Media Field Trip FJM Jambi Tahun 2026, Penguatan Komitmen HSSE dan Kontribusi Program Pemberdayaan Masyarakat bagi Warga Sekitar Operasi”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan dipusatkan di Wilayah Kerja Zona 1 Field Jambi dengan melibatkan 60 jurnalis lintas media yang tergabung dalam Forum Jurnalis Migas (FJM) Provinsi Jambi berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026. Media Field Trip FJM Jambi tidak hanya penguatan kemitraan strategis antara industri hulu migas dengan jurnalis, melainkan juga menjadi ruang edukasi mendalam mengenai dinamika industri hulu migas. ​</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rangkaian agenda intensif ini dimulai sejak pagi hari, seluruh peserta berkumpul dan memarkirkan kendaraan di Kantor Lapangan Field Jambi. Mengingat industri Hulu Migas merupakan sektor kerja dengan risiko tinggi (high risk), aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, sebelum memasuki area operasional, seluruh jurnalis diwajibkan mengikuti prosedur penapisan kesehatan ketat melalui Daily Check Up medis pada pukul 07.15 WIB.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemeriksaan meliputi tekanan darah, suhu tubuh, dan kondisi fisik umum untuk memastikan jurnalis dalam kondisi fisik yang prima sebelum masuk area operasi. Setelah dinyatakan aman, acara resmi dibuka oleh pembawa acara yang dilanjutkan dengan Safety Briefing serta doa bersama guna memitigasi segala risiko di lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Industri Hulu Migas punya risiko tinggi. Satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Karena itu kami terapkan standar HSSE yang sama untuk semua, baik pekerja, tamu, maupun rekan media,” ujar perwakilan Fungsi HSSE PEP Jambi saat membuka safety briefing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah dinyatakan aman, acara resmi dibuka pembawa acara dan dilanjutkan doa bersama. Safety briefing disampaikan detail: jalur evakuasi, titik kumpul darurat, penggunaan Alat Pelindung Diri, hingga larangan membawa barang terlarang ke area kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pjs Manager Field Jambi PEP, Alfian Mayando, menyampaikan apresiasi kepada jurnalis atas kontribusi aktif dalam mengawal pemberitaan industri energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Media mitra strategis, publik perlu tahu operasi migas yang Aman dan bertanggung Jawab”, kata Alpian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Terima kasih. Media field trip ini bukti kolaborasi SKK Migas dan KKKS dalam mendukung keberlanjutan industri serta keberlanjutan bagi pembangunan daerah,” sambung Alpian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Mengajak jurnalis melihat lebih dekat bagaimana komitmen kami dalam menanggulangi keadaan darurat. Transparansi seperti ini penting agar masyarakat punya gambaran utuh, bukan sekadar persepsi. Kontribusi rekan media sangat penting mengawal pemberitaan energi yang akurat, berimbang, dan mendidik publik. Tanpa media, narasi positif industri migas tidak akan sampai ke masyarakat luas,” katanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menegaskan peran media sebagai mitra strategis industri Hulu Migas. Melalui kunjungan langsung ke lapangan, publik dapat memahami bagaimana PEP Jambi menjalani operasi Hulu Migas dengan selamat, handal, dan tentunya bertanggung jawab.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua FJM Jambi Drs. H. Mursyid Yusmar Sonsang, M.Pd, menegaskan kunjungan lapangan ini merupakan momentum krusial bagi para jurnalis untuk memahami realitas operasional Migas secara objektif. Dijelaskannya, Forum Jurnalis Migas Provinsi Jambi terus bertumbuh sejak berdiri 2014. Awalnya hanya 17 anggota, kini FJM Jambi memiliki 59 anggota aktif. FJM Jambi sebagai mitra strategis SKK Migas Sumbagsel dan KKKS dalam menyampaikan informasi energi ke publik secara akurat dan berimbang. Kunci FJM bisa bertahan lama ada pada prinsip organisasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kita membangun organisasi dengan kebersamaan, tegas dan terukur. Sikap tegas itu juga diterapkan saat evaluasi. Beberapa media dikeluarkan dari keanggotaan saat rapat evaluasi di Linggau. Alasannya karena tidak aktif memuat rilis berita. “Tidak pernah satupun memuat rilis sehingga kita keluarkan dari keanggotaan FJM,” ujar tokoh pers senior yang juga alumni Lemhannas RI Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ditambahkan Mursyid, Meski selektif, FJM tetap menjaga independensi wartawan. Boleh memuat berita, tetapi diperlukan konfirmasi supaya berita berimbang. Kita tidak pernah membatasi hak wartawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Momentum penting bagi jurnalis untuk melihat langsung realitas operasional migas. Lewat kunjungan langsung, jurnalis bisa menulis lebih objektif, berbasis data dan fakta lapangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mewakili Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Bambang Dwijianto dan Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi, Syafei Syafri, Kurnia Ari Wijayanti menyampaikan apresiasi pada penutupan Media Field Trip 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Semoga kita semua mendapat nilai tambah atas kegiatan kali ini. Apresiasi setinggi-tingginya kepada KKKS atas komitmennya melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan,” ujar Kurnia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar kunjungan lapangan. “Ini investasi hulu migas tidak hanya industri. Kami memandang penting investasi kita.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, SKK Migas selama ini fokus mencari Migas tapi lupa ngobrol dengan instansi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Disinilah kami melihat peran strategis media. Selain menyampaikan informasi, kami titipkan edukasi mengenai industri hulu migas mulai dari KKKS hingga proses pengeboran.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurniati menitipkan agar setiap kegiatan SKK Migas dan KKKS diekspose. “Dari SKK Migas tidak kekurangan objek untuk diberitakan. Seperti pelaksanaan program Peningkatan Perekonomian Masyarakat yang merupakan salah satu komitmen kehadiran kami berdampak langsung kepada masyarakat sekitar.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ia berharap kegiatan ini disupport berbagai pihak, salah satunya masyarakat agar mereka paham sebesar apa dampak industri hulu Migas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki sesi edukasi, Fungsi HSSE PEP Jambi memaparkan tinjauan umum operasional Zona 1 Field Jambi. Materi mencakup alur produksi dari sumur hingga pengumpulan, penerapan standar keselamatan kerja, hingga program pengelolaan lingkungan seperti pengolahan limbah dan pemantauan kualitas udara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncak edukasi lapangan digelar pukul 09.40 WIB melalui Atraksi Fire Ground HSSE. Tim penanggulangan keadaan darurat PEP Jambi menampilkan simulasi pemadaman api di area operasi. Dengan perlengkapan lengkap, petugas menunjukkan kecepatan, ketangkasan, dan prosedur taktis memadamkan kobaran api dalam hitungan menit. Atraksi ini mengundang decak kagum seluruh peserta karena menggambarkan kesiapsiagaan tinggi perusahaan menghadapi situasi darurat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Simulasi ini rutin kami lakukan. Tujuannya melatih reflek tim dan meyakinkan semua pihak bahwa aspek keselamatan bukan sekadar slogan, tapi budaya kerja,” jelas Koordinator Tim HSSE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesi tanya jawab berlangsung interaktif jadi bagian penting Media Field Trip. Salah satu pertanyaan jurnalis FJM Jambi menyorot kesiapsiagaan: bagaimana penanganan saat terjadi kebakaran di kawasan padat penduduk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fungsi HSSE PEP Jambi menjawab: waktu respon maksimal 15 menit. “Jika terjadi di area dekat sumur yang berada di kawasan padat penduduk, kami berkoordinasi dengan tim lain,” jelas petugas HSSE.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penanganan dibedakan berdasarkan sumber api. “Apabila terjadi kebakaran di area masyarakat, evakuasi dilakukan setelah pemadaman,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk metode pemadaman juga disesuaikan. “Apabila yang terbakar rumah dipadamkan menggunakan air. Apabila minyak, pemadaman menggunakan foam.”</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, seluruh rombongan melaksanakan istirahat. Momen ini sekaligus menjadi ruang informal bagi jurnalis dan pekerja lapangan bertukar informasi. (red)</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="988" height="408" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0015.jpg" alt="" class="wp-image-1906" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0015.jpg 988w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0015-300x124.jpg 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260623-WA0015-768x317.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 988px) 100vw, 988px" /></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/06/23/dihadapan-wartawan-skk-migas-dan-kkks-pamerkan-komitmen-hsse-pemberdayaan-masyarakat-warga-sekitar-operasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nama JMSI Dicatut, Maskun Kutuk Pemeras Yayasan PKBM Mandiri Pauh</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/06/08/nama-jmsi-dicatut-maskun-kutuk-pemeras-yayasan-pkbm-mandiri-pauh/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/06/08/nama-jmsi-dicatut-maskun-kutuk-pemeras-yayasan-pkbm-mandiri-pauh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2026 13:03:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1899</guid>

					<description><![CDATA[Jambi – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi menyampaikan adanya pihak yang mengaku sebagai pengurus/anggota JMSI dan diduga]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0013-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-1900" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0013-1024x768.jpg 1024w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0013-300x225.jpg 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0013-768x576.jpg 768w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0013-1536x1152.jpg 1536w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260608-WA0013-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jambi – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi menyampaikan adanya pihak yang mengaku sebagai pengurus/anggota JMSI dan diduga melakukan tindakan pemerasan kepada sejumlah pihak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pelaku tersebut mengaku bernama Darsani SH MH sebagai Ketua Tim Investigasi JMSI Provinsi Jambi menghubungi lewat WhatsApp sekaligus mengirimkan id card untuk menakut-nakuti Kepala Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mandiri di Desa Semaran, Kecamatan Pauh, kabupaten Sarolangun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu mengirimkan draft laporan dengan tujuan Kejaksaan Negeri Sarolangun. Draft tersebut mengatasnamakan Ketua JMSI Provinsi Jambi. Ia terus menakut-nakuti hingga tengah malam dan mengirim nomor rekening atas nama dirinya jika tidak segera menyerahkan sejumlah uang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan hanya mencatut organisasi, untuk menguatkan tipu dayanya, pelaku juga mencatut alamat salah satu pengurus JMSI Provinsi Jambi yang berada di Jalan AR Saleh RT 37, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, sebagai alamat kantor JMSI Provinsi Jambi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada pihak mengatasnamakan JMSI Provinsi Jambi yang kami duga bahwa orang tersebut melakukan upaya pemerasan,&#8221; ujar Ketua JMSI Provinsi Jambi Maskun Sopwan dalam rapat bersama Pengurus JMSI Provinsi Jambi di sebuah kafe di kawasan Kambang, Kota Jambi, Senin, 8 Juni 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Maskun memastikan, orang tidak dikenal itu bukan bagian maupun struktur pengurus resmi JMSI Provinsi Jambi. Anggota JMSI resmi dibekali sertifikat yang dikeluarkan oleh pengurus JMSI Pusat, bukan id card.</p>



<p class="wp-block-paragraph">JMSI merupakan salah satu organisasi perusahaan pers yang menjadi konstituen Dewan Pers. Tegak lurus membangun ekosistem pers siber yang sehat, profesional, dan mandiri secara bisnis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai AD/ART dan kode etik organisasi, JMSI tidak dibenarkan untuk melakukan pemerasan. JMSI Provinsi Jambi berkomitmen menjaga integritas organisasi dan marwah profesi jurnalis siber.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tim hukum JMSI Jambi yang diketuai Simus Hamadi saat ini sedang menghimpun data dan bukti terkait laporan tersebut. Mulai dari bukti percakapan, nomor rekening, tangkapan layar foto wajah, dan rekaman suara. Pengurus akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan organisasi dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami imbau kepada masyarakat, instansi, maupun pelaku usaha, agar berhati-hati. Jika ada pihak mengaku dari JMSI dan meminta dana, segera konfirmasi ke pengurus resmi melalui website resmi JMSI atau ke pengurus JMSI Provinsi Jambi langsung 0877-3902-2531,&#8221; tegas Maskun Sopwan. (red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/06/08/nama-jmsi-dicatut-maskun-kutuk-pemeras-yayasan-pkbm-mandiri-pauh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komitmen, Dinas PUTR Jambi Targetkan Perbaikan Jembatan Provinsi Berstandar</title>
		<link>https://jambikito.com/2026/05/20/komitmen-dinas-putr-jambi-targetkan-perbaikan-jembatan-provinsi-berstandar/</link>
					<comments>https://jambikito.com/2026/05/20/komitmen-dinas-putr-jambi-targetkan-perbaikan-jembatan-provinsi-berstandar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[t3mp8]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 04:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jambikito.com/?p=1890</guid>

					<description><![CDATA[Jambi &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi terus mematangkan strategi untuk mendongkrak kualitas infrastruktur daerah. Kali]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="577" src="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/jembatan_putr_jambi-1024x577.webp" alt="" class="wp-image-1891" srcset="https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/jembatan_putr_jambi-1024x577.webp 1024w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/jembatan_putr_jambi-300x169.webp 300w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/jembatan_putr_jambi-768x433.webp 768w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/jembatan_putr_jambi-1536x866.webp 1536w, https://jambikito.com/wp-content/uploads/2026/06/jembatan_putr_jambi.webp 1600w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jambi &#8211; Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi terus mematangkan strategi untuk mendongkrak kualitas infrastruktur daerah. Kali ini, fokus utama tertuju pada peningkatan mutu seluruh jembatan di bawah kewenangan provinsi agar sukses memenuhi standar nasional yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah pembenahan ini akan dieksekusi secara bertahap. Dinas PUTR berkomitmen tidak hanya membuat jembatan sekadar bisa dilewati, tetapi juga menjamin keamanan dan kelayakan struktur secara menyeluruh—mulai dari konstruksi bagian atas hingga kekuatan pondasi bawah—sesuai dengan klasifikasi jalan yang berlaku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kepala Dinas PUTR Provinsi Jambi melalui Bidang Bina Marga Dinas PUTR Provinsi Jambi, Iwan Rahmadi, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada beberapa jembatan provinsi yang baru berfungsi secara fungsional, namun secara kualitas belum mencapai standar mutu konstruksi yang ideal.Menurut Iwan, Kementerian PU menerapkan klasifikasi yang sangat ketat untuk infrastruktur jembatan, yang terbagi dalam kelas C, kelas B, hingga kelas A. Setiap tingkatan memiliki regulasi spesifik mengenai ketahanan struktur yang wajib dipenuhi tanpa toleransi.“Standar dari Kementerian PU itu sangat ketat, mulai dari kelas C, B, hingga kelas A. Artinya, mutu struktur jembatan—baik pondasi bawah maupun bagian atasnya—harus benar-benar sinkron dengan kelas jalannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jembatan yang hari ini dinilai belum memenuhi standar tersebut akan kami usulkan perbaikannya secara bertahap,” jelas Iwan pada Selasa (19/05/2026).Demi memuluskan rencana besar ini, Dinas PUTR Provinsi Jambi tengah mendorong adanya formulasi baru terkait penambahan alokasi anggaran pemeliharaan rutin melalui APBD untuk tahun-tahun ke depan.Jika dukungan anggaran tersebut terealisasi dengan matang, Bidang Bina Marga optimis mampu memasang target progresif. Mereka membidik minimal lima persen dari total jembatan yang mengalami kerusakan (baik kategori ringan maupun berat) dapat langsung diperbaiki secara tuntas setiap tahunnya.Percepatan perbaikan infrastruktur ini dinilai krusial. Selain efektif memperpanjang usia pakai jembatan, langkah nyata ini menjadi kunci utama dalam menjamin keselamatan pengguna jalan, memperlancar jalur distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Provinsi Jambi secara aman dan berkelanjutan.(red)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jambikito.com/2026/05/20/komitmen-dinas-putr-jambi-targetkan-perbaikan-jembatan-provinsi-berstandar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
