080. Qs. 'Abasa : 21-40

021. (Kemudian Dia mematikannya dan memasukkannya ke dalam kubur) artinya, Dia menjadikannya berada di dalam kubur yang menutupinya.

022. (Kemudian bila Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali) menjadi hidup kembali pada hari berbangkit nanti.

023. (Tidaklah demikian) artinya, benarlah (manusia itu belum melaksanakan) belum mengerjakan (apa yang diperintahkan Allah kepadanya) yakni apa yang telah diperintahkan oleh Rabbnya supaya ia mengerjakannya.

024. (Maka hendaklah manusia itu memperhatikan) dengan memasang akalnya (kepada makanannya) bagaimanakah makanan itu diciptakan dan diatur untuknya?

025. (Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air) dari awan (dengan sebenar-benarnya.)

026. (Kemudian Kami belah bumi) dengan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh dari dalamnya (dengan sebaik-baiknya.)

027. (Lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu) seperti biji gandum dan biji jawawut.

028. (Anggur dan sayur-sayuran) atau sayur-mayur.

029. (Zaitun dan pohon kurma),

030. (dan kebun-kebun yang lebat) yakni kebun-kebun yang banyak pepohonannya.

031. (Dan buah-buahan serta rumput-rumputan) yaitu tumbuh-tumbuhan yang menjadi makanan binatang ternak; tetapi menurut suatu pendapat "Abban" artinya makanan ternak yang berasal dari tangkai atau bulir gandum atau padi dan lain sebagainya yang sejenis.

032. (Untuk kesenangan) sebagai kesenangan atau untuk menyenangkan, penafsirannya sebagaimana yang telah disebutkan tadi pada surat sebelumnya (bagi kalian dan bagi binatang-binatang ternak kalian) penafsirannya sama dengan yang terdahulu pada surat sebelumnya.

033. (Dan apabila datang suara yang memekakkan) yakni tiupan sangkakala yang kedua.

034. (Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.)

035. (Dari ibu dan bapaknya.)

036. (Dari teman hidupnya) yakni istrinya (dan anak-anaknya) lafal Yauma merupakan Badal dari lafal Idzaa, sebagai Jawabnya disimpulkan dari berikut ini.

037. (Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya) yakni keadaan yang membuatnya tidak mengindahkan hal-hal lainnya, atau dengan kata lain setiap orang pada hari itu sibuk dengan urusannya masing-masing.

038. (Banyak muka pada hari itu berseri-seri) yakni tampak cerah ceria.

039. (Tertawa dan gembira) atau bergembira, mereka itu adalah orang-orang yang beriman.

040. (Dan banyak pula muka pada hari itu tertutup debu) artinya, penuh dengan debu.