073. Qs. Al-Muzzammil : 1-20

001. (Hai orang yang berselimut) yakni Nabi Muhammad. Asal kata al-muzzammil ialah al-mutazammil, kemudian huruf ta diidghamkan kepada huruf za sehingga jadilah al-muzzammil, artinya, orang yang menyelimuti dirinya dengan pakaian sewaktu wahyu datang kepadanya karena merasa takut akan kehebatan wahyu itu.

    002. (Bangunlah di malam hari) maksudnya, salatlah di malam hari (kecuali     sedikit.)

    003. (Yaitu seperduanya) menjadi badal dari lafal qaliilan; pengertian     sedikit ini bila dibandingkan dengan keseluruhan waktu malam hari (atau     kurangilah daripadanya) dari seperdua itu (sedikit) hingga mencapai     sepertiganya.

    004. (Atau lebih dari seperdua) hingga mencapai dua pertiganya; pengertian     yang terkandung di dalam lafal au menunjukkan makna boleh memilih. (Dan     bacalah Alquran itu) mantapkanlah bacaannya (dengan perlahan-lahan.)

    005. (Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan) atau bacaan     Alquran (yang berat) yang hebat. Dikatakan berat mengingat     kewajiban-kewajiban yang terkandung di dalamnya.

    006. (Sesungguhnya bangun di waktu malam) maksudnya, melakukan salat sunah     di malam hari sesudah tidur (lebih tepat) untuk khusyuk di dalam memahami     bacaan Alquran (dan bacaan di waktu itu lebih berkesan) lebih jelas dan     lebih mantap serta lebih berkesan.

    007. (Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang)     mempunyai banyak kesibukan, sehingga kamu tidak mempunyai cukup waktu untuk     banyak membaca Alquran.

    008. (Sebutlah nama Rabbmu) katakanlah bismillahirrahmanirrahiim di awal     bacaan Alquranmu (dan curahkanlah) kerahkanlah dirimu (untuk beribadat     kepada-Nya dengan ketekunan yang penuh) lafal tabtiilan ini adalah mashdar     dari lafal batula, sengaja didatangkan demi untuk memelihara fawashil, dan     merupakan lafal yang berakar dari lafal tabattul.

    009. Dialah (Rabb masyriq dan magrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka     ambillah Dia sebagai pelindung) artinya serahkanlah semua urusan-urusanmu di     bawah perlindungan-Nya.

    010. (Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan) bersabarlah kamu di     dalam menghadapi gangguan orang-orang kafir Mekah (dan jauhilah mereka     dengan cara yang baik) tanpa keluh-kesah; ayat ini diturunkan sebelum ada     perintah memerangi mereka.

    011. (Dan biarkanlah Aku) maksudnya biar Aku saja yang bertindak (terhadap     orang-orang yang mendustakan itu) lafal al-mukadzdzibiin diathafkan kepada     maf`ul atau kepada maf'ul ma`ah. Maknanya Akulah yang akan bertindak     terhadap mereka; mereka adalah pemimpin-pemimpin kaum Quraisy (orang-orang     yang mempunyai kemewahan) kemewahan hidup (dan beri tangguhlah mereka barang     sebentar) dalam jangka waktu yang tidak lama, dan ternyata selang beberapa     waktu kemudian, akhirnya mereka mati terbunuh dalam perang Badar.

    012. (Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu) merupakan     bentuk jamak dari lafal niklun, artinya belenggu-belenggu yang berat (dan     neraka Jahim) yaitu neraka yang apinya sangat membakar.

    013. (Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan) mengganjal di kerongkongan,     itu adalah buah pohon zaqum atau buah pohon dhari' atau buah pohon ghislin     atau berupa duri api, apabila dimakan tidak dapat dikeluarkan dan pula tidak     dapat masuk ke dalam perut (dan azab yang pedih) di samping azab yang telah     disebutkan tadi, hal ini disediakan bagi orang-orang yang mendustakan Nabi     saw.

    014. (Pada hari berguncang) karena gempa yang dahsyat (bumi dan     gunung-gunung, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan)     tumpukan-tumpukan pasir (yang beterbangan) menjadi debu yang beterbangan     yang pada sebelumnya kokoh bersatu. Lafal mahiilan berasal dari lafal haala,     yahiilu; bentuk asalnya adalah mahyuulun, kemudian karena mengingat harakat     dhammah dianggap berat atas huruf ya, maka dipindahkan kepada huruf ha,     sehingga jadilah mahuwylun. Kemudian huruf wawu dibuang karena mengingat     kedudukannya yang zaidah, sehingga jadilah mahuylun, selanjutnya harakat     damah diganti menjadi kasrah untuk menyesuaikannya dengan huruf ya, sehingga     jadilah mahiilun.

    015. (Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kalian) hai penduduk Mekah (seorang     rasul) yakni Nabi Muhammad saw. (yang menjadi saksi terhadap kalian) kelak     di hari kiamat, tentang kedurhakaan-kedurhakaan yang telah kalian kerjakan (sebagaimana     Kami telah mengutus, dahulu, seorang rasul kepada Firaun) yakni Nabi Musa     a.s.

    016. (Maka Firaun mendurhakai rasul itu, lalu Kami siksa dia dengan siksaan     yang berat) atau azab yang keras.

    017. (Maka bagaimanakah kalian dapat memelihara diri kalian jika tetap kafir)     di dunia (kepada hari) lafal yauman menjadi maf'ul kedua dari lafal     tattaquuna. Yakni memelihara diri dari azab hari itu. Atau dengan kata lain,     dengan benteng apakah kalian memelihara diri dari azab pada hari itu (yang     menjadikan anak-anak beruban) lafal syiiban bentuk jamak dari lafal asyyab;     dikatakan anak-anak beruban, sebagai gambaran tentang hari itu yang penuh     dengan kengerian yang sangat mencekam; hari yang dimaksud adalah hari kiamat.     Bentuk asal lafal syiiban adalah syuyban, dengan memakai harakat damah pada     huruf syin. Kemudian harakat itu diganti menjadi kasrah demi untuk     menyelaraskannya dengan huruf ya yang jatuh sesudahnya, sehingga jadilah     syiiban. Dikatakan di dalam menggambarkan hari yang penuh dengan malapetaka,     yaumun yusyiibu nawaashial athfaali, yakni hari yang dapat membuat ubun-ubun     anak-anak beruban. Ungkapan ini adalah ungkapan majaz atau kata kiasan. Akan     tetapi boleh juga makna yang terkandung di dalam ayat ini dimaksud adalah     makna hakiki bukan majazi.

    018. (Langit pun menjadi pecah belah) menjadi retak dan pecah-pecah (pada     hari itu) mengingat beratnya hari itu. (Adalah janji Dia) janji Allah swt.     mengenai kedatangan hari itu (pasti terlaksana) pasti terjadi.

    019. (Sesungguhnya ini) yaitu ayat-ayat yang memperingatkan ini (adalah     suatu peringatan) suatu nasihat bagi semua makhluk. (Maka barang siapa yang     menghendaki niscaya ia menempuh jalan kepada Rabbnya) menempuh jalan yang     menyampaikan kepada-Nya, yaitu melalui iman dan taat kepada-Nya.

    020. (Sesungguhnya Rabbmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri, salat, kurang)     kurang sedikit (dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau     sepertiganya) jika dibaca nishfihi dan tsulutsihi berarti diathafkan kepada     lafal tsulutsay; dan jika dibaca nishfahu dan tsulutsahu berarti diathafkan     kepada lafal adnaa. Pengertian berdiri atau melakukan salat sunat di malam     hari di sini pengertiannya sama dengan apa yang terdapat di awal surah ini,     yakni sesuai dengan apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya (dan     segolongan dari orang-orang yang bersama kamu) lafal ayat ini diathafkan     kepada dhamir yang terkandung di dalam lafal taquumu, demikian pula sebagian     orang-orang yang bersamamu. Pengathafan ini diperbolehkan sekalipun tanpa     mengulangi huruf taukidnya, demikian itu karena mengingat adanya fashl atau     pemisah. Makna ayat secara lengkap, dan segolongan orang-orang yang bersama     kamu yang telah melakukan hal yang sama. Mereka melakukan demikian mengikuti     jejak Nabi saw. sehingga disebutkan, bahwa ada di antara mereka orang-orang     yang tidak menyadari berapa rakaat salat malam yang telah mereka kerjakan,     dan waktu malam tinggal sebentar lagi. Sesungguhnya Nabi saw. selalu     melakukan salat sunah sepanjang malam, karena demi melaksanakan perintah     Allah secara hati-hati. Para sahabat mengikuti jejaknya selama satu tahun,     atau lebih dari satu tahun, sehingga disebutkan bahwa telapak-telapak kaki     mereka bengkak-bengkak karena terlalu banyak salat. Akhirnya Allah swt.     memberikan keringanan kepada mereka. (Dan Allah menetapkan) menghitung (ukuran     malam dan siang. Dia mengetahui bahwa) huruf an adalah bentuk takhfif dari     anna sedangkan isimnya tidak disebutkan, asalnya ialah annahu (kalian sekali-kali     tidak dapat menentukan batas waktu-waktu itu) yaitu waktu malam hari. Kalian     tidak dapat melakukan salat malam sesuai dengan apa yang diwajibkan atas     kalian melainkan kalian harus melakukannya sepanjang malam. Dan yang     demikian itu memberatkan kalian (maka Dia mengampuni kalian) artinya, Dia     mencabut kembali perintah-Nya dan memberikan keringanan kepada kalian (karena     itu bacalah apa yang mudah dari Alquran) dalam salat kalian (Dia mengetahui,     bahwa) huruf an adalah bentuk takhfif dari anna, lengkapnya annahu (akan ada     di antara kalian orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di     muka bumi) atau melakukan perjalanan (mencari sebagian karunia Allah) dalam     rangka mencari rezeki-Nya melalui berniaga dan lain-lainnya (dan orang-orang     yang lain lagi, mereka berperang di jalan Allah) ketiga golongan orang-orang     tersebut, amat berat bagi mereka hal-hal yang telah disebutkan tadi     menyangkut salat malam. Akhirnya Allah memberikan keringanan kepada mereka,     yaitu mereka diperbolehkan melakukan salat malam sebatas kemampuan     masing-masing. Kemudian ayat ini dinasakh oleh ayat yang mewajibkan salat     lima waktu (maka bacalah apa yang mudah dari Alquran) sebagaimana yang telah     disebutkan di atas (dan dirikanlah salat) fardu (tunaikanlah zakat dan     berikanlah pinjaman kepada Allah) seumpamanya kalian membelanjakan sebagian     harta kalian yang bukan zakat kepada jalan kebajikan (pinjaman yang baik)     yang ditunaikan dengan hati yang tulus ikhlas. (Dan kebaikan apa saja yang     kalian perbuat untuk diri kalian, niscaya kalian akan memperoleh balasannya     di sisi Allah sebagai balasan yang jauh lebih baik) dari apa yang telah     kalian berikan. Lafal huwa adalah dhamir fashal. Lafal maa sekalipun bukan     termasuk isim makrifat akan tetapi diserupakan dengan isim makrifat karena     tidak menerima takrif (dan yang paling besar pahalanya. Mohonlah ampun     kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) kepada     orang-orang mukmin.