055. Qs. Ar-Rahman : 61-78

061. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

062. (Dan selain dari kedua surga itu) yakni kedua surga yang telah disebutkan tadi (ada dua surga lagi) yaitu bagi orang yang takut akan saat menghadap kepada Rabbnya.

063. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

064. (Kedua surga itu hijau tua warnanya) kelihatan hijau pekat karena sangat hijaunya.

065. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

066. (Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar) bagaikan air mancur.

067. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

068. (Di dalam keduanya ada buah-buahan dan kurma serta delima) buah kurma dan delima itu menurut suatu pendapat adalah sebagaimana aslinya, tetapi menurut pendapat yang lain tidak seperti bentuk aslinya.

069. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

070. (Di dalam surga-surga itu) di kedua surga dan apa-apa yang ada di dalamnya itu (ada bidadari-bidadari yang baik-baik) akhlaknya (lagi cantik-cantik) rupanya.

071. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

072. (Bidadari-bidadari itu-sangat jelita) mata mereka sangat jelita (mereka dipingit) tertutup (di dalam kemah-kemah) yang terbuat dari permata yang dilubangi, keadaan mereka diserupakan dengan gadis-gadis yang dipingit di dalam kemahnya.

073. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

074. (Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka) sebelum oleh suami-suami mereka (dan tidak pula oleh jin).

075. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

076. (Mereka bersandarkan) suami-suami mereka bertelekan; I'rab lafal ayat ini sama dengan sebelumnya (pada bantal-bantal yang hijau) merupakan bentuk jamak dari lafal Rafrafatun, artinya permadani atau bantal (dan bergelarkan pada permadani-permadani yang indah) merupakan bentuk jamak dari lafal 'Abqariyyah, artinya permadani.

077. (Maka manakah nikmat-nikmat Rabb kamu berdua yang kamu dustakan?)

078. (Maha Agung nama Rabbmu Yang mempunyai kebesaran dan Karunia) penafsirannya sebagaimana sebelumnya, dan lafal Ismi pada ayat ini merupakan Isim Zaaid atau Isim yang ditambahkan.