004. Qs. An-Nisaa : 161-176


{ وَأَخْذِهِمُ الربا وَقَدْ نُهُواْ عَنْهُ } في التوراة { وَأَكْلِهِمْ أموال الناس بالباطل } بالرشا في الحكم { وَأَعْتَدْنَا للكافرين مِنْهُمْ عَذَاباً أَلِيماً } مؤلماً .

161. (Dan karena memakan riba padahal telah dilarang daripadanya) dalam Taurat (dan memakan harta orang dengan jalan batil) dengan memberi suap dalam pengadilan (dan telah Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu siksa yang pedih) atau menyakitkan.

{ لكن الراسخون } الثابتون { فِى العلم مِنْهُمْ } كعبد الله بن سلام { والمؤمنون } المهاجرون والأنصار { يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ } من الكتب { والمقيمين الصلاة } نصب على المدح وقرىء بالرفع { والمؤتون الزكواة والمؤمنون بالله واليوم الأخر أولئك سَنُؤْتِيهِمْ } بالنون والياء { أَجْراً عَظِيماً } هو الجنة .

162. (Tetapi orang-orang yang mendalam) artinya kukuh dan mantap (ilmunya di antara mereka) seperti Abdullah bin Salam (dan orang-orang mukmin) dari golongan Muhajirin dan Ansar (mereka beriman pada apa yang diturunkan kepadamu dan apa-apa yang diturunkan sebelummu) di antara kitab-kitab (sedangkan orang-orang yang mendirikan salat) manshub karena pujian, dan ada pula yang membacanya dengan marfu` (dan membayar zakat serta orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka itulah yang akan Kami beri) fi'ilnya dibaca dengan nun atau dengan ya (pahala yang besar) yakni surga.

{ إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إلى نُوحٍ والنبيين مِن بَعْدِهِ و } كما { أَوْحَيْنَا إلى إِبْرَاهِيمَ وإسماعيل وإسحاق } ابنيه { وَيَعْقُوبَ } ابن إسحاق { وَالأَسْبَاطَ } أولاده { وعيسى وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وهارون وسليمان وَءاتَيْنَا } أباه { دَاوُودُ زَبُوراً } بالفتح اسم للكتاب المؤتى ، والضم مصدر بمعنى مزبوراً أي مكتوباً .

163. (Sesungguhnya Kami telah menurunkan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah menurunkannya kepada Nuh dan nabi-nabi sesudahnya dan) seperti (telah Kami turunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak) yakni kedua putranya (serta Yakub) bin Ishak (dan anak-anaknya) yakni anak-anak Yakub (serta Isa, Ayub, Yunus, Harun, Sulaiman dan Kami datangkan kepada) bapaknya, yakni bapak dari Sulaiman (Daud Zabur) dibaca dengan fathah hingga artinya ialah nama kitab yang diturunkan, dan ada pula yang membaca dengan marfu` yaitu mashdar yang berarti mazbuura artinya yang tertulis.

{ وَ } أرسلنا { رُسُلاً قَدْ قصصناهم عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلاً لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ } روي أنه تعالى بعث ثمانية آلاف نبيّ أربعة آلاف من بني إسرائيل وأربعة آلاف من سائر الناس قاله الشيخ في سورة ( غافر ) [ 78 : 40 ] { وَكَلَّمَ الله موسى } بلا واسطة { تَكْلِيماً } .

164. (Dan) telah Kami utus (rasul-rasul yang telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dulu, dan rasul-rasul yang belum Kami kisahkan). Diriwayatkan bahwa Allah swt. mengirim delapan ribu orang nabi, empat ribu dari kalangan Bani Israel dan empat ribu lagi dari kalangan manusia lainnya ini dikatakan oleh Syekh dalam surah Ghafir. (Dan Allah telah berbicara dengan Musa sebenar berbicara) artinya secara langsung.

{ رُسُلاً } بدل من ( رسلاً ) قبله { مُبَشّرِينَ } بالثواب من آمن { وَمُنذِرِينَ } بالعقاب من كفر أرسلناهم { لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى الله حُجَّةٌ } تقال { بَعْدَ } إرسال { الرسل } إليهم { فيقولوا رَبَّنَا لَوْلا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولاً فَنَتّبِعَ ءاياتك وَنَكُونَ مِنَ المؤمنين } [ 47 : 28 ] فبعثناهم لقطع عذرهم { وَكَانَ الله عَزِيزاً } في ملكه { حَكِيماً } في صنعه .

165. (Yaitu rasul-rasul) menjadi badal bagi rasul-rasul yang sebelumnya (selalu pembawa berita gembira) dengan diberinya pahala kepada orang yang beriman (dan penyampaian peringatan) dengan adanya siksa kepada orang yang ingkar. Mereka Kami utus itu ialah (agar tidak ada lagi bagi manusia terhadap Allah alasan) yang dapat dikemukakan (setelah) pengiriman (rasul-rasul itu) kepada mereka, misalnya dengan mengatakan, "Wahai Tuhan kami! Kenapa tidak Tuhan kirim kepada kami seorang rasul agar kami dapat mengikuti ayat-ayat-Mu dan menjadi orang-orang beriman!" Maka Tuhan pun telah lebih dulu mengirimkan mereka untuk mematahkan alasan mereka tadi (Dan Allah Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatan-Nya. Ayat berikut diturunkan tatkala orang-orang Yahudi ditanyai orang mengenai kenabian Muhammad saw. lalu mereka ingkari:

ونزل لما سئل اليهود عن نبوته صلى الله عليه وسلم فأنكروه { لكن الله يَشْهَدُ } يبين نبوّتك { بِمَا أَنزَلَ إِلَيْكَ } من القرآن المعجز { أَنزَلَهُ } ملتبساً { بِعِلْمِهِ } أي عالماً به أو وفيه علمه { والملئكة يَشْهَدُونَ } لك أيضاً { وكفى بالله شَهِيداً } على ذلك .

166. (Tetapi Allah menyaksikan) artinya tentang kenabianmu (dengan apa yang diturunkan-Nya kepadamu) berupa Alquran yang menjadi mukjizat itu (diturunkan-Nya) sebagai hasil (dari ilmu-Nya) atau memuat ilmu-Nya (dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi) pula atas kenabianmu itu. (Dan cukuplah Allah sebagai saksi)-nya.

{ إِنَّ الذين كَفَرُواْ } بالله { وَصُدُّواْ } الناس { عَن سَبِيلِ الله } دين الإسلام بكتمهم نعت محمد صلى الله عليه وسلم وهم اليهود { قَدْ ضَلُّواْ ضلالا بَعِيداً } عن الحق .

167. (Sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Allah (dan menghalang-halangi) manusia (dari jalan Allah) artinya dari agama Islam dengan menyembunyikan ciri-ciri Nabi Muhammad saw.; maksudnya ialah orang-orang Yahudi (maka sesungguhnya mereka telah sesat sejauh-jauhnya) dari kebenaran.

{ إِنَّ الذين كَفَرُواْ } بالله { وَظَلَمُواْ } نبيه بكتمان نعته { لَمْ يَكُنِ الله لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلاَ لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقاً } من الطرق .

168. (Sesungguhnya orang-orang yang kafir) kepada Allah (dan berlaku aniaya) kepada nabi-Nya dengan menyembunyikan ciri-cirinya itu (maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka dan tidak pula akan menunjukkan kepada mereka suatu jalan) di antara jalan-jalan yang banyak ini.

{ إِلاَّ طَرِيقَ جَهَنَّمَ } أي الطريق المؤدّي إليها { خالدين } مقدّرين الخلود { فِيهَا } إذا دخلوها { أَبَداً وَكَانَ ذلك عَلَى الله يَسِيراً } هيناً .

169. (Kecuali jalan neraka Jahanam) maksudnya jalan menuju ke sana (kekal mereka) artinya ditakdirkan kekal (di dalamnya) jika mereka telah memasukinya (buat selama-lamanya. Dan yang demikian itu bagi Allah mudah) artinya gampang dan tidak sulit adanya.

{ ياأيها الناس } أي أهل مكة { قَدْ جَاءكُمُ الرسول } محمد صلى الله عليه وسلم { بالحق مِن } عند { رَّبّكُمْ فَئَامِنُواْ } به واقصدوا { خَيْراً لَّكُمْ } مما أنتم فيه { وَإِن تَكْفُرُواْ } به { فَإِنَّ للَّهِ مَا فِى السموات والأرض } ملكاً وخلقاً وعبيداً فلا يضرّه كفركم { وَكَانَ الله عَلِيماً } بخلقه { حَكِيماً } في صنعه بهم .

170. (Hai manusia) maksudnya warga Mekah (sesungguhnya telah datang kepadamu rasul) yakni Muhammad saw. (membawa kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu) kepadanya (dan usahakanlah yang terbaik bagi kamu) dari apa yang melingkungimu (Dan jika kamu kafir) kepadanya (maka bagi-Nya apa yang di langit dan yang di bumi) baik sebagai milik maupun sebagai makhluk dan hamba hingga tidaklah merugikan kepada-Nya kekafiranmu itu (Dan Allah Maha Mengetahui) terhadap makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana) mengenai perbuatan-Nya terhadap mereka.

{ ياأهل الكتاب } الإنجيل { لاَ تَغْلُواْ } تتجاوزوا الحدّ { فِى دِينِكُمْ وَلاَ تَقُولُواْ عَلَى الله إِلاَّ } القول { الحق } من تنزيهه عن الشريك والولد { إِنَّمَا المسيح عِيسَى ابن مَرْيَمَ رَسُولُ الله وَكَلِمَتُهُ ألقاها } أوصلها الله { إلى مَرْيَمَ وَرُوحٌ } أي ذو روح { مِنْهُ } أضيف إليه تعالى تشريفاً له وليس كما زعمتم ابن الله أو إلهاً معه أو ثالث ثلاثة لأن ذا الروح مركب والإِله منزه عن التركيب وعن نسبة المركب إليه { فَئَامِنُواْ بااله وَرُسُلِهِ وَلاَتَقُولُواْ } الآلهة { ثلاثة } الله وعيسى وأُمّه { انتهوا } عن ذلك وأتوا { خَيْراً لَّكُمْ } منه وهو التوحيد { إِنَّمَا الله إله واحد سبحانه } تنزيهاً له عن { أَن يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَّهُ مَا فِي السموات وَمَا فِي الأرض } خلقاً وملكاً وعبيداً والملكية تنافي النبوّة { وكفى بالله وَكِيلاً } شهيداً على ذلك .

171. (Hai Ahli kitab) maksudnya kitab Injil (janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu katakan terhadap Allah kecuali) ucapan (yang benar) yaitu menyucikan-Nya dari kemusyrikan dan mempunyai anak. (Sesungguhnya Almasih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang diucapkan-Nya) atau disampaikan-Nya (kepada Maryam dan roh) artinya yang mempunyai roh (daripada-Nya) diidhafatkan kepada Allah swt. demi untuk memuliakan-Nya dan bukanlah sebagai dugaan kamu bahwa dia adalah anak Allah atau Tuhan bersama-Nya atau salah satu dari oknum yang tiga. Karena sesuatu yang mempunyai roh itu tersusun sedangkan Tuhan Maha Suci dari tersusun dan dari dinisbatkannya tersusun itu kepada-Nya (Maka berimanlah kamu kepada Allah dan kepada rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu katakan) bahwa Tuhan itu (tiga) yakni Allah, Isa dan ibunya (hentikanlah) demikian itu (dan perbuatlah yang lebih baik bagi kamu) yakni bertauhid (Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa Maha Suci Dia) artinya bersih dan terhindar (dari mempunyai anak. Bagi-Nya apa yang terdapat di langit dan yang di bumi) baik sebagai makhluk maupun sebagai milik dan hamba sedangkan pemiliknya itu bertentangan dengan mempunyai anak (Dan cukuplah Allah sebagai wakil) atau saksi atas demikian itu.

{ لَّن يَسْتَنكِفَ } يتكبر ويأنف { المسيح } الذي زعمتم أنه إله عن { أَن يَكُونَ عَبْداً للَّهِ وَلاَ الملئكة المقربون } عند الله لا يستنكفون أن يكونوا عبيداً للهِ ، وهذا من أحسن الاستطراد ذكر للرد على من زعم أنها آلهة أو بنات الله كما رَدَّ بما قبله على النصارى الزاعمين ذلك المقصود خطابهم { وَمَن يَسْتَنْكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيهِ جَمِيعاً } في الآخرة .

172. (Almasih tidak merasa malu) maksudnya Almasih yang kamu katakan sebagai Tuhan itu tidak merasa enggan dan takabur (menjadi hamba bagi Allah dan tidak pula enggan malaikat-malaikat yang terdekat) kepada Allah mereka juga tidak malu untuk menjadi hamba-Nya. Ini suatu kalimat selang yang terbaik yang dikemukakan untuk menolak anggapan sementara orang bahwa mereka adalah Tuhan atau putri-putri Allah sebagaimana kalimat yang sebelumnya digunakan untuk menolak anggapan kaum Nasrani bahwa Isa adalah putra-Nya. (Siapa yang enggan untuk menyembah-Nya dan menyombongkan diri maka kelak Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya) yakni di akhirat.

{ فَأَمَّا الذين ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ الصالحات فَيُوَفّيهِمْ أُجُورَهُمْ } ثواب أعمالهم { وَيَزِيدُهُم مِّن فَضْلِهِ } ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر { وَأَمَّا الذين استنكفوا واستكبروا } عن عبادته { فَيُعَذّبُهُمْ عَذَاباً أَلُيماً } مؤلماً هو عذاب النار { وَلاَ يَجِدُونَ لَهُمْ مّن دُونِ الله } أي غيره { وَلِيّاً } يدفعه عنهم { وَلاَ نَصِيراً } يمنعهم منه .

173. (Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh maka Allah akan menyempurnakan ganjaran mereka) artinya pahala dari amal perbuatan mereka itu (dan menambah untuk mereka dari karunia-Nya) yakni yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak didengar telinga dan tidak pula terdetik dalam hati manusia. (Adapun orang-orang yang malu dan menyombongkan diri) dari mengabdikan diri kepada-Nya (maka akan disiksa-Nya mereka dengan siksaan yang pedih) atau menyakitkan yaitu siksa neraka (dan mereka tidak akan memperoleh bagian bagi diri mereka selain daripada Allah, pelindung) yang akan melindungi diri mereka (dan tidak pula pembela) yang akan menolong mereka.

{ ياأيها الناس قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ } حجة { مِّن رَّبِّكُمْ } عليكم وهو النبي صلى الله عليه وسلم { وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً } بيِّناً وهو القرآن .

174. (Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu keterangan) bukti kebenaran (dari Tuhanmu) yaitu Nabi saw. (dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang) benderang yakni Alquran.

{ فَأَمَّا الذين ءامَنُواْ بالله واعتصموا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِى رَحْمَةٍ مَّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صراطا } طريقاً { مُّسْتَقِيماً } هو دين الإسلام .

175. (Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada-Nya, maka Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat dan limpahan karunia-Nya dan membimbing mereka ke jalan yang lurus menuju kepada-Nya) yakni agama Islam.

{ يَسْتَفْتُونَكَ } في الكلالة { قُلِ الله يُفْتِيكُمْ فِى الكلالة إِن امرؤ } مرفوع بفعل يفسره { هَلَكَ } مات { لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ } أي ولا والد وهو الكلالة { وَلَهُ أُخْتٌ } من أبوين أو أب { فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ وَهُوَ } أي الأخ كذلك { يَرِثُهَا } جميع ما تركت { إِن لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ } فإن كان لها ولد ذكر فلا شيء له أو أنثى فله ما فضل عن نصيبها ولو كانت الأخت أو الأخ من أمّ ففرضه السدس كما تقدّم أوّل السورة [ 12 : 4 ] { فَإِن كَانَتَا } أي الأختان { اثنتين } أي فصاعداً لأنها نزلت في جابر وقد مات عن أخوات { فَلَهُمَا الثلثان مِمَّا تَرَكَ } الأخ { وَإِن كَانُواْ } أي الورثة { إِخْوَةً رّجَالاً وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ } منهم { مِثْلُ حَظّ الأنثيين يُبَيّنُ الله لَكُمْ } شرائع دينكم ل { أن } لا { تَضِلُّواْ والله بِكُلّ شَىْء عَلِيمٌ } ومنه الميراث روى الشيخان عن البراء أنها آخر آية نزلت أي من الفرائض .

176. (Mereka meminta fatwa kepadamu) mengenai kalalah, yaitu jika seseorang meninggal dunia tanpa meninggalkan bapak dan anak (Katakanlah, "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah; jika seseorang) umru-un menjadi marfu' dengan fi'il yang menafsirkannya (celaka) maksudnya meninggal dunia (dan dia tidak mempunyai anak) dan tidak pula bapak yakni yang dimaksud dengan kalalah tadi (tetapi mempunyai seorang saudara perempuan) baik sekandung maupun sebapak (maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan dia) maksudnya saudaranya yang laki-laki (mewarisi saudaranya yang perempuan) pada seluruh harta peninggalannya (yakni jika ia tidak mempunyai anak). Sekiranya ia mempunyai seorang anak laki-laki, maka tidak satu pun diperolehnya, tetapi jika anaknya itu perempuan, maka saudaranya itu masih memperoleh kelebihan dari bagian anaknya. Dan sekiranya saudara laki-laki atau saudara perempuan itu seibu, maka bagiannya ialah seperenam sebagaimana telah diterangkan di awal surah. (Jika mereka itu) maksudnya saudara perempuan (dua orang) atau lebih, karena ayat ini turun mengenai Jabir; ia meninggal dunia dengan meninggalkan beberapa orang saudara perempuan (maka bagi keduanya dua pertiga dari harta peninggalan) saudara laki-laki mereka. (Dan jika mereka) yakni ahli waris itu terdiri dari (saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang laki-laki) di antara mereka (sebanyak bagian dua orang perempuan." Allah menerangkan kepadamu syariat-syariat agama-Nya (agar kamu) tidak (sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) di antaranya tentang pembagian harta warisan. Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Barra bahwa ia merupakan ayat yang terakhir diturunkan, maksudnya mengenai faraid.