004. Qs. An-Nisaa : 101-120


{ وَإِذَا ضَرَبْتُمْ } سافرتم { فِى الأرض فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ } في {     أن تَقْصُرُوا مِنَ الصلاوة } بأن تردّوها من أربع إلى اثنتين { إِنْ خِفْتُمْ     أَن يَفْتِنَكُمُ } أي ينالكم بمكروه { الذين كَفَرُواْ } بيان للواقع إذ ذاك     فلا مفهوم له وبينت السنة أنّ المراد بالسفر الطويل ، وهو أربعة بُرْدٍ وهي     مرحلتان ويؤخذ من قوله تعالى : { فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ } أنه رخصة لا     واجب ، وعليه الشافعي { إِنَّ الكافرين كَانُواْ لَكُمْ عَدُوّاً مُّبِيناً }     بيِّن العداوة .

101. (Dan jika kamu mengadakan perjalanan) atau bepergian (di muka bumi, maka tak ada salahnya kamu) (apabila mengqasar salat) dengan membuat yang empat rakaat menjadi dua (jika kamu khawatir akan diperangi) atau mendapat cidera dari (orang-orang kafir) menyatakan peristiwa yang terjadi di kala itu, maka mafhumnya tidak berlaku. Menurut keterangan dari sunah, yang dimaksud dengan suatu perjalanan panjang ialah empat pos atau dua marhalah. Dan dari firman-Nya, "Maka tak ada salahnya kamu," ditarik kesimpulan bahwa mengqasar salat itu merupakan keringanan dan bukan kewajiban. Dan ini merupakan pendapat Imam Syafii. (Sesungguhnya orang-orang kafir itu bagi kamu musuh yang nyata) maksudnya jelas dan terang permusuhannya terhadap kamu.

{ وَإِذَا كُنتَ } يا محمد حاضراً { فِيهِمْ } وأنتم تخافون العدوّ {     فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصلاوة } وهذا جري على عادة القرآن في الخطاب فلا مفهوم له     { فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مّنْهُمْ مَّعَكَ } وتتأخر طائفة { وَلْيَأْخُذُواْ }     أي الطائفة التي قامت معك { أَسْلِحَتَهُمْ } معهم { فَإِذَا سَجَدُواْ } أي     صلّوا { فَلْيَكُونُواْ } أي الطائفة الأخرى { مِن وَرَائِكُمْ } يحرسون إلى أن     تقضوا الصلاة وتذهب هذه الطائفة تحرس { وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أخرى لَمْ     يُصَلُّواْ فَلْيُصَلُّواْ مَعَكَ وَلْيَأْخُذُواْ حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ     } معهم إلى أن تقضوا الصلاة وقد فعل صلى الله عليه وسلم كذلك ببطن نخل رواه     الشيخان { وَدَّ الذين كَفَرُواْ لَوْ تَغْفُلُونَ } إذا قمتم إلى الصلاة {     عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُمْ مَّيْلَةً واحدة     } بأن يحملوا عليكم فيأخذوكم وهذا علّة الأمر بأخذِ السلاح { وَلاَ جُنَاحَ     عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَى أَن     تَضَعُواْ أَسْلِحَتَكُمْ } فلا تحملوها وهذا يفيد إيجاب حملها عند عدم العذر     وهو أحد قولين للشافعي والثاني أنه سنة ورُجِّح { وَخُذُواْ حِذْرَكُمْ } من     العدوّ أي احترزوا منه ما استطعتم { إِنَّ الله أَعَدَّ للكافرين عَذَاباً     مُّهِيناً } ذا إهانة .

102. (Dan apabila kamu) hai Muhammad, hadir (di tengah-tengah mereka) sedangkan kamu khawatir terhadap musuh (lalu kamu hendak mendirikan salat bersama mereka) ini berlaku menurut kebiasaan Alquran dalam pola pembicaraan sehingga dengan demikian mafhumnya tidak berlaku (maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri, salat, bersamamu) sedangkan golongan lainnya mengundurkan diri (dan hendaklah mereka mengambil) artinya golongan yang berdiri salat bersamamu tadi (senjata-senjata mereka) bersama mereka. (Dan apabila mereka sujud) artinya telah menyelesaikan salat satu rakaat (maka hendaklah mereka) yakni rombongan yang pertama tadi (pergi ke belakangmu) untuk menjaga musuh sampai salat selesai (dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum salat lalu salat bersamamu dan hendaklah mereka bersikap waspada dan membawa senjata mereka) bersama mereka sampai mereka menyelesaikan salat itu. Dan hal ini pernah dilakukan Nabi saw. di lembah Nakhl, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. (Orang-orang kafir ingin agar kamu lengah) di waktu kamu mengerjakan salat (terhadap senjata dan harta bendamu lalu mereka menyerbu kamu sekaligus) yakni dengan menyerang dan menawan kamu. Inilah yang menjadi sebab kenapa kamu disuruh membawa senjata. (Dan tak ada salahnya bagimu meletakkan senjata-senjatamu kalau kamu mendapat gangguan dari hujan atau kamu dalam keadaan sakit) sehingga kamu tidak membawanya. Ini menunjukkan wajibnya membawa senjata di kala tak ada halangan, dan merupakan salah satu di antara kedua pendapat Syafii. Sedangkan pendapatnya yang kedua bahwa ini hanyalah sunah dan merupakan pendapat yang lebih kuat. (Dan hendaklah kamu bersikap waspada) terhadap musuh; artinya selalulah dalam keadaan siap siaga menghadapi serangannya. (Sesungguhnya Allah telah menyediakan bagi orang-orang kafir itu siksa yang menghinakan.)

{ فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصلاة } فرغتم منها { فاذكروا الله } بالتهليل والتسبيح     { قياما وَقُعُوداً وعلى جُنُوبِكُمْ } مضطجعين أي في كل حال { فَإِذَا     اطمأننتم } أَمنتم { فَأَقِيمُواْ الصلاوة } أدُّوها بحقوقها { أنالصلاة     كَانَتْ عَلَى المؤمنين كتابا } مكتوباً أي مفروضاً { مَّوْقُوتاً } أي مقدّراً     وقتها فلا تؤخر عنه . لما رجعوا من أحد فشكوا الجراحات ونزل لما بعث صلى الله     عليه وسلم طائفة في طلب أبي سفيان وأَصحابه لما رجع من أحد فشكوا الجراحات :

103. (Dan apabila kamu telah menyelesaikan salat, maka ingatlah Allah) dengan membaca tahlil dan tasbih (baik di waktu berdiri maupun di waktu duduk dan berbaring) tegasnya pada setiap saat. (Kemudian apabila kamu telah merasa tenteram) artinya aman dari bahaya (maka dirikanlah salat itu) sebagaimana mestinya. (Sesungguhnya salat itu atas orang-orang yang beriman adalah suatu kewajiban) artinya suatu fardu (yang ditetapkan waktunya) maka janganlah diundur atau ditangguhkan mengerjakannya. Ayat berikut turun tatkala Rasulullah saw. mengirim satu pasukan tentara untuk menyusul Abu Sofyan dan anak buahnya ketika mereka kembali dari perang Uhud. Mereka mengeluh karena menderita luka-luka:

{ وَلاَ تَهِنُواْ } تضعفوا { فِى ابتغآء } طلب { القوم } الكفار لتقاتلوهم {     إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ } تجدون ألم الجراح { فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ     كَمَا تَأْلَمُونَ } أي مثلكم ولا يجبنون عن قتالكم { وَتَرْجُونَ } أنتم {     مِّنَ الله } من النصر والثواب عليه { مَا لاَ يَرْجُونَ } هم فأنتم تزيدون     عليهم بذلك فينبغي أن تكونوا أرغب منهم فيه { وَكَانَ الله عَلِيماً } بكل شيء     { حَكِيماً } في صنعه. وسرق طعمة بن أبيرق درعاً وخبأها عند يهودي فوجدت عنده     فرماه طعمة بها وحلف أنه ما سرقها ، فسأل قومه النبي صلى الله عليه وسلم أن     يجادل عنه ويبرئه فنزل

104. (Dan janganlah kamu merasa lemah) atau tidak mampu (dalam mengejar musuh) yakni orang-orang kafir yang kamu perangi (karena jika kamu menderita sakit) disebabkan karena luka misalnya (maka sesungguhnya mereka menderita sakit pula sebagaimana kamu menderitakannya) maksudnya nasib mereka sama dengan kamu, sedangkan mereka tidak merasa takut atau pesimis dalam menghadapimu (dan kamu mengharapkan dari Allah) kemenangan dan pahala (sesuatu yang tidak mereka harapkan) hingga sebetulnya kamu lebih unggul dan ada kelebihan dari mereka, maka seharusnya lebih berani dan bergairah. (Dan Allah Maha Mengetahui) segala sesuatu (lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatan dan pengaturan-Nya. Suatu kali Thu'mah bin Ubairiq mencuri sebuah baju besi dan menyembunyikannya di rumah seorang Yahudi. Ketika baju besi itu ditemukan, Thu'mah menuduh si Yahudi dan si Yahudi bersumpah bahwa ia tidak mencurinya. Lalu kaum si Yahudi itu pun meminta kepada Nabi saw. agar membelanya dan membersihkan dirinya dari tuduhan tersebut, maka turunlah ayat:

{ إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ الكتاب } القرآن { بالحق } متعلق ب ( أنزل     ) { لِتَحْكُمَ بَيْنَ الناس بِمَا أَرَاكَ } أعلمك { الله } فيه { وَلاَ     تَكُنْ لِّلْخَائِنِينَ } كطعمة { خَصِيماً } مخاصماً عنهم .

105. (Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu) yakni Alquran (dengan benar) kaitannya ialah kepada "menurunkan" (agar kamu mengadili di antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu). (Dan janganlah kamu menjadi pembela bagi orang yang berkhianat) seperti Thu`mah dan menjadi penentang mereka atau pihak lawannya.

{ واستغفر الله } مما هممت به { إِنَّ الله كَانَ غَفُوراً رَّحِيماً } .

106. (Dan mohonlah ampunlah kepada Allah) mengenai apa yang telah kamu rencanakan dan sedianya hendak kamu lakukan. (Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.)

{ وَلاَ تجادل عَنِ الذين يَخْتَانُونَ أَنفُسَهُمْ } يخونونها بالمعاصي لأن     وبال خيانتهم عليهم { إِنَّ الله لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّاناً } كثير     الخيانة { أَثِيماً } أي يعاقبه .

107. (Dan janganlah kamu berdebat dengan orang-orang yang mengkhianati diri mereka) artinya berkhianat dengan jalan berbuat maksiat karena bencana pengkhianatan itu akan kembali kepada diri sendiri. (Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang gemar berkhianat) artinya suka berkhianat (dan bergelimang dosa) hingga pasti akan menyiksanya.

{ يَسْتَخْفُونَ } أي طعمة وقومه حياء { مِنَ الناس وَلاَ يَسْتَخْفُونَ مِنَ     الله وَهُوَ مَعَهُمْ } بعلمه { إِذْ يُبَيِّتُونَ } يضمرون { مَا لاَ يرضى     مِنَ القول } من عزمهم على الحلف على نفي السرقة ورمي اليهودي بها { وَكَانَ     الله بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطاً } علماً .

108. (Mereka bersembunyi) maksudnya Thu'mah dan kaumnya disebabkan malu (dari manusia dan tidak bersembunyi dari Allah padahal Dia bersama mereka) yakni dengan ilmu-Nya (ketika pada suatu malam mereka menetapkan) artinya memutuskan secara rahasia (suatu rencana yang tidak diridai-Nya) yaitu rencana mereka mengucapkan sumpah tidak mencuri dan menuding si Yahudi melakukannya. (Dan Allah Maha Meliputi apa yang kamu kerjakan) maksudnya ilmu-Nya.

{ هاأنتم } يا { هَؤُلاء } خطاب لقوم طعمة { جادلتم } خاصمتم { عَنْهُمْ } أي     عن طعمة وذويه وقرىء ( عنه ) { فِى الحياة الدنيا فَمَن يجادل اللهَ عَنْهُمْ     يَوْمَ القيامة } إذا عذبهم { أَمْ مَّن يَكُونُ عَلَيْهِمْ وَكِيلاً } يتولى     أمرهم ويذب عنهم؟ أي لا أحد يفعل ذلك .

109. (Demikianlah, kamu ini) hai (kamu sekalian) diarahkan kepada kaum Thu'mah (berdebat untuk membela mereka) yakni membela Thu'mah dan keluarganya; ada pula yang membaca `anhu artinya Thu'mah saja (dalam kehidupan dunia. Maka siapakah yang akan berdebat dengan Allah untuk membela mereka di hari kiamat nanti) artinya ketika Dia menyiksa mereka (atau siapakah yang akan menjadi pelindung mereka kelak?) yakni yang akan mengurus persoalan mereka dan mempertahankan mereka? Tegasnya tidak seorang pun yang mampu berbuat demikian.

{ وَمَن يَعْمَلْ سُوءاً } ذنباً يسوء به غيره كرمي ( طُعْمَة ) اليهودي { أَوْ     يَظْلِمْ نَفْسَهُ } يعمل ذنباً قاصراً عليه { ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ الله } منه     أي يتب { يَجِدِ الله غَفُوراً } له { رَّحِيماً } به .

110. (Dan siapa yang mengerjakan kejahatan) atau dosa yang mengenai orang lain seperti Thu'mah yang menuduh si Yahudi (atau menganiaya dirinya) artinya berbuat dosa yang hanya menimpa dan terbatas pada dirinya sendiri (kemudian ia memohon ampun kepada Allah) atas perbuatannya itu atau ia bertobat (maka akan didapatinya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) kepadanya.

{ وَمَن يَكْسِبْ إِثْماً } ذنباً { فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ على نَفْسِهِ } لأن     وباله عليها ولا يضر غيره { وَكَانَ الله عَلِيماً حَكِيماً } في صنعه .

111. (Siapa yang berbuat dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk kerugian dirinya sendiri) karena bencananya akan menimpa dirinya dan bukan diri orang lain. (Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) dalam segala perbuatan-Nya.

{ وَمَن يَكْسِبْ خَطِيئَةً } ذنباً صغيراً { أَوْ إِثْماً } ذنباً كبيراً {     ثُمَّ يَرْمِ بِهِ بَرِيئاً } منه { فَقَدِ احتمل } تحمل { بهتانا } برميه {     وَإِثْماً مُّبِيناً } بيِّناً يكسبه .

112. (Dan siapa yang mengerjakan suatu kesalahan) atau satu dosa kecil (atau suatu dosa) besar (kemudian dituduhkannya kepada orang yang tidak bersalah) membuatnya (maka sesungguhnya ia telah memikul suatu kebohongan) dan tuduhannya (dan dosa yang nyata) disebabkan kerja dan usahanya itu.

{ وَلَوْلاَ فَضْلُ الله عَلَيْكَ } يا محمد { وَرَحْمَتُهُ } بالعصمة {     لَهَمَّتْ } أضمرت { طّآئِفَةٌ مِّنْهُمْ } من قوم طعمة { أَن يُضِلُّوكَ } عن     القضاء بالحق بتلبيسهم عليك { وَمَا يُضِلُّونَ إِلاَّ أَنفُسَهُمْ وَمَا     يَضُرُّونَكَ مِن } زائدة { شَىْءٍ } لأن وبال إضلالهم عليهم { وَأَنزَلَ الله     عَلَيْكَ الكتاب } القرآن { والحكمة } ما فيه من الأحكام { وَعَلَّمَكَ مَا     لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ } من الأحكام والغيب { وَكَانَ فَضْلُ الله عَلَيْكَ }     بذلك وغيره { عَظِيماً } .

113. (Dan kalau bukanlah karena karunia dan rahmat Allah kepadamu) hai Muhammad (tentulah segolongan mereka bertekad) yakni kaum Thu`mah (akan menyesatkanmu) sehingga dengan penipuan mereka kamu menyimpang dari pengadilan yang benar. (Tetapi yang mereka sesatkan hanyalah diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak dapat memberi mudarat kepadamu) min merupakan tambahan (sedikit pun juga) karena bencana perbuatan mereka yang menyesatkan itu kembali pada diri mereka sendiri (Allah telah menurunkan kepadamu kitab) Alquran (dan hikmah) maksudnya hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya (dan mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui) berupa hukum-hukum dan berita-berita gaib. (Dan karunia Allah padamu) disebabkan demikian dan karena lain-lainnya (amat besar).

{ لاَّ خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ } أي الناس أي ما يتناجون فيه     ويتحدثون { إِلا } نجوى { مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ } عمل بر {     أَوْ إصلاح بَيْنَ الناس وَمَن يَفْعَلْ ذلك } المذكور { ابتغآء } طلب {     مَرْضَاتِ الله } لا غيره من أمور الدنيا { فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ } بالنون والياء     أي الله { أَجْراً عَظِيماً } .

114. (Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka) artinya bisikan-bisikan manusia dan apa yang mereka percakapkan (kecuali) bisikan (orang yang menyuruh mengeluarkan sedekah atau melakukan perbuatan baik) atau kebaikan (atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Siapa yang melakukan demikian) yakni yang telah disebutkan tadi (demi menuntut) mencari (keridaan Allah) dan bukan karena hal-hal lainnya berupa urusan dunia (maka akan Kami beri dia) memakai nun dan ya maksudnya Allah (pahala yang besar).

{ وَمَن يُشَاقِقِ } يخالف { الرسول } فيما جاء به من الحق { مِن بَعْدِ مَا     تَبَيَّنَ لَهُ الهدى } ظهر له الحق بالمعجزات { وَيَتَّبِعْ } طريقاً { غَيْرَ     سَبِيلِ المؤمنين } أي طريقهم الذي هم عليه من الدين بأن يكفر { نُوَلِّهِ مَا     تولى } نجعله والياً لما تولاه من الضلال بأن نخلي بينه وبينه في الدنيا {     وَنُصْلِهِ } ندخله في الآخرة { جَهَنَّمَ } فيحترق فيها { وَسَآءَتْ مَصِيراً     } مرجعاً هي .

115. (Dan siapa yang menyalahi) atau menentang (Rasul) mengenai kebenaran yang dibawanya (setelah nyata baginya petunjuk) artinya setelah jelas baginya kebenaran dengan adanya mukjizat-mukjizat (dan ia mengikuti) jalan (yang bukan jalan orang-orang mukmin) artinya jalan keagamaan yang biasa mereka lalui dengan cara menyimpang dan mengingkarinya (maka Kami jadikan ia menguasai apa yang telah dikuasainya berupa kesesatan) artinya Kami jadikan ia membina hubungan di antaranya dengan kesesatan itu di atas dunia, lalu (Kami masukkan ia) di akhirat (ke dalam neraka Jahanam) hingga ia terbakar hangus di dalamnya (dan itulah seburuk-buruk tempat kembali).

{ إِنَّ الله لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذلك لِمَن     يَشَآءُ وَمَن يُشْرِكْ بالله فَقَدْ ضَلَّ ضلالا بعيداً } عن الحق .

116. (Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan-Nya, dan Dia akan mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Dan siapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka sungguh ia telah tersesat sejauh-jauhnya) dari kebenaran.

{ ءانٍ } ما { يَدْعُونَ } يعبد المشركون { مِن دُونِهِ } أي الله أي غيره {     إِلاَّ إناثا } أصناماً مؤنثة كاللات والعزى ومناة { وَإِنْ } ما { يَدْعُونَ }     يعبدون بعبادتها { إِلاَّ شيطانا مَّرِيداً } خارجاً عن الطاعة لطاعتهم له فيها     وهو إبليس .

117. (Tidaklah) apa (yang mereka seru) atau yang disembah oleh orang-orang musyrik (selain daripada-Nya) maksudnya selain dari Allah swt. (hanyalah berhala-berhala) yakni berhala-berhala betina seperti Lata, Uzza dan Manat (dan tidaklah) apa (yang mereka seru) yang mereka sembah dengan beribadah kepadanya itu (kecuali setan yang durhaka) disebabkan ketaatan mereka dalam hal beribadah kepada setan atau iblis itu.

{ لَّعَنَهُ الله } أبعده عن رحمته { وَقَالَ } أي الشيطان { لأَتَّخِذَنَّ }     لأجعلن لي { مِنْ عِبَادِكَ نَصِيباً } حظاً { مَّفْرُوضاً } مقطوعا أدعوهم إلى     طاعتي .

118. (Dia dikutuk oleh Allah) artinya dijauhkan dari rahmat-Nya (dan katanya) setan itu ("Akan saya ambil) untuk saya (dari hamba-hamba-Mu bagian yang telah ditetapkan) yang saya ajak untuk menaati saya!

{ وَلأُضِلَّنَّهُمْ } عن الحق بالوسوسة { وَلأُمَنّيَنَّهُمْ } ألقي في قلوبهم     طول الحياة وأن لا بعث ولا حساب { وَلأَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتّكُنَّ } يقطعن {     ءَاذَانَ الأنعام } وقد فُعِلَ ذلك بالبحائر { وَلاَمُرَنَّهُمْ     فَلَيُغَيّرُنَّ خَلْقَ الله } دينه بالكفر وإحلال ما حرم وتحريم ما أحلّ {     وَمَن يَتَّخِذِ الشيطان وَلِيّاً } يتولاه ويطيعه { مِن دُونِ الله } أي غيره     { فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَاناً مُّبِيناً } بينا لمصيره إلى النار المؤبدة عليه .

119. (Dan sungguh, akan saya sesatkan mereka) dari kebenaran dengan waswas dan godaan (dan akan saya berikan pada mereka angan-angan) artinya saya masukkan ke dalam hati mereka harapan akan berumur panjang dan bahwa tak ada saat berbangkit atau hari pengadilan (dan saya suruh mereka memotong telinga binatang-binatang ternak) dan hal itu telah mereka lakukan pada ternak bahirah. (Dan saya suruh mereka mengubah ciptaan Allah.") maksudnya agama-Nya yaitu dengan kekafiran, menghalalkan apa yang diharamkannya dan mengharamkan apa yang dihalalkannya. (Dan siapa yang mengambil setan sebagai pelindung) yang ditaati dan dipatuhinya (selain dari Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata) artinya yang jelas, karena tempat kediamannya sudah jelas tiada lain dari neraka yang akan didiaminya untuk selama-lamanya.

{ يَعِدُهُمْ } طول العمر { وَيُمَنّيهِمْ } نيل الآمال في الدنيا وأن لا بعث     ولا جزاء { وَمَا يَعِدُهُمْ الشيطان } بذلك { إِلاَّ غُرُوراً } باطلاً .

120. (Setan itu menjanjikan pada mereka) panjang umur (dan meniupkan angan-angan kosong) tercapainya cita-cita di dunia dan bahwa tak ada hari kebangkitan dan pembalasan (dan tidaklah apa yang dijanjikan setan itu) seperti yang disebutkan tadi (kecuali tipu daya belaka) atau kosong semata.