03. Ali Imran

Muqaddimah Surat Ali Imran

Tentang surat Ali Imran atau keluarga Imran, pendapat ahli-ahli tafsir sama, bahwa dia diturunkan seluruhnya di Madinah. Yang harus menarik perhatian kita ialah dari ayat 1 sampai ayat 63 diturunkan berkenaan dengan datangnya perutusan kaum Nasrani dari Najran, 60 orang banyaknya, diantaranya adalah 14 orang yang termasuk pemuka-pemuka dan pimpinan-pimpinan agama.

Lantaran itu dapatlah kita lihat, bahwa jika dalam surat al-Baqarah lebih banyak pembahasan soal-soal agama dihadapkan kepada orang-orang Yahudi (Bani Israil), maka pada surat Ali Imran banyak dipersoalkan perbandingan dengan kepercayaan agama Nasrani (Kristen), sehingga sempat membicarakan kesucian Maryam dan kelahiran Isa Almasih as. Menurut riwayat, perutusan Nasrani Najran itu datang ke Madinah ialah pada tahun ke 9 Hijriyah, artinya sesudah Makkah ditaklukkan dan Islam telah terbentuk menjadi suatu kekuatan besar yang diakui oleh seluruh bangsa Arab dan kerajaan-kerajaan tetangganya.

Maka apabila kita perhatikan kedua surat ini , Ali Imran dan al-Bagarah , nampaklah oleh kita bahwasanya keadaannya sambung-bersambung, lengkap–melengkapi. Misalnya di permulaan al-Baqarah disebut bahwa tiang yang penting di dalam menegakkan takwa ialah percaya kepada apa yang diturunkan kepada engkau dan kepada yang diturunkan sebelum engkau." (al-Baqarah ayat 3), kelak pada Ali Imran ditegaskan bahwa Tuhan menurunkan kepada engkau sebuah kitab dengan kebenaran, yang membenarkan isi kitab yang ada di hadapannya dan Tuhan yang menurunkan Taurat dan Injil. Pada al-Baqarah disebut macam­macam manusia yang beriman, yang kafir dan yang munafik, sedang pada Ali Imran disebut orang-orang yang mengikuti bunyi ayat yang mutasyabih karna hendak mencari fitnah.

Pada al-Bagarah dikemukakan asal-mula kejadian Adam , pada Ali Imran asal-mula kejadian Isa. Pada al-Baqarah ada disebut urusan berperang, pada Ali Imran disempurnakan lagi perutusan perang itu. Di al-Baqarah ada dikemukakan soal haji, di Ali Imran diperlengkapi lagi urusan haji itu.

Surat al-Baqarah dibuka dengan beberapa ayat yang menunjukkan jalan yang mesti ditempuh sehingga orang mencapai takwa. Dan kalau jalan itu ditempuh niscaya petunjuk itu datang dan falah yaitu kemenangan dan kejayaan akan tercapai; sedang surat Ali Imran ditutup dengan satu ayat yang menyuruh sabar, dan memperkokoh pertahanan dan takwa. Kalau ini dipenuhi niscaya falah itu akan diberikan Tuhan.

Al-Baqarah ditutup dengan doa supaya jangan dipikulkan beban yang berat dan diberi maaf dan ampun dan dikasihani, sedang surat Ali Imran pun ditutup dengan doa dan jawaban doa itu dari Tuhan, bahwa barangsiapa yang beriman, sanggup hijrah, sanggup berjihad dan tahan menderita ketika diusir dan disakiti, niscaya akan diampuni dosa dan disediakan tempat yang bahagia di akhirat, syurga Jannatun-Na'im. Buat laki-laki dan juga buat perempuan.

Moga-moga dapatlah kita memahami dan menyesuaikan hidup kita dengan bimbingan kedua surat ini, membangun masyarakat Islam; dan juga dari bimbingan seluruh ayat dari al-Qur'an. Amin.